Banyak Pelaku Seni di Bangkalan Tidak Memiliki NIK

Seniman Bangkalan
Salah satu seniman di Bangkalan saat persiapan melakukan pertunjukan Pantomim. (Foto: mi-bkl/MI)

maduraindepth.com – Ratusan pelaku seni asal Kabupaten Bangkalan hanya mampu mengisap jari untuk mendapatkan bantuan pemerintah yang dialokasikan melalui Dinas Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan.

Pasalnya hanya 37 pelaku seni di kabaupaten Bangkalan yang terdata dari waktu yang sudah ditentukan oleh provinsi Jawa timur.


Minimnya waktu yang tersedia, menyebabkan hanya segelintir pelaku seni yang bisa tercover oleh pemerintah dalam membantu penanggulangan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bangkalan, Hendra Gema Dominan menjelaskan bahwa pemerintah Jatim sangat sedikit memberikan waktu pendataan pelaku seni di Bangkalan. Bahkan pihaknya sempat meminta perpanjangan waktu agar semua terdata, namun hanya diberi tambahan waktu 2 jam saja untuk mengumpulkan berkas.

“Karena waktunya mepet, kita mengumumkan di group pelaku seni di Bangkalan,” ujarnya Selasa (13/10/2020).

Banyak persyaratan yang harus dikumpulkan pelaku seni untuk mendapatkan bantuan tersebut. Diantaranya syarat utama adalah karya selama mereka menjadi pelaku seni.

“Juga Nomor Induk Kesenian (NIK) namun pelaku seni di Bangkalan banyak yang tidak punya, mereka enggan saat disuruh mengurus di Disbudpar Bangkalan. Jadi hanya 37 yang punya NIK dan mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Mengetahui hal itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mewanti-wanti Disbudpar agar kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya, yang menyebabkan pelaku seni di Bangkalan tidak merata dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca juga:  Agen BPNT Dinilai Langgar Pedum, BNI Pamekasan Didemo

“Lakukan pendataan ulang, sosialisasi terhadap pelaku seni, agar jika ada pengajuan bantuan data tinggal disetorkan. Biar tidak grusu-grusu agar semua memiliki NIK,” jelasnya. (mi-bkl/MH)