Balita Terjangkit DBD, Dinkes Gencar Lakukan Fogging

Fogging
Petugas melakukan fogging di Jalan Nuri, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Senin (1/2). (Istimewa)

maduraindepth.com – Mengantisipasi penyebaran virus nyamuk aedes aigypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Sampang genjar lakukan fogging. Penyemprotan asap itu dilakukan di sejumlah fasilitas umum dan perumahan warga.

Plt. Kepala DKKP Kabupaten Sampang saat dikonfirmasi melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) DKKP Sampang Syamsul Hidayat mengatakan, sebelumnya fogging juga dilaksanakan di Jalan Nuri, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Minggu (31/1).


Dia menjelaskan, pihaknya gencar melakukan fogging disejumlah tempat untuk mencegah atau meminimalisir berkembang biaknya nyamuk aedes aigypti. Terlebih, kata Syamsul, saat ini terdapat balita asal Kelurahan Banyuanyar yang terjangkit virus DBD.

“Laporan yang masuk balita asal Kelurahan Banyuanyar, besok kami rencana fogging,” jelasnya, Senin (1/2).

Syamsul mengatakan, musim penghujan saat ini lebih rentan penyebaran DBD. Sehingga perlu diantisipasi penyebarannya. Selain itu, masyarakat juga harus sadar akan pentingnya langkah 3 M. Yakni menguras, menututup dan mengubur.

Penyakit DBD, lanjut dia, bisa dikenali melalui gejala yang muncul. Menurut Syamsul, DBD merupakan jenis penyakit yang tidak boleh diabaikan dan harus segera mendapat penanganan medis yang tepat.

“DBD adalah penyakit menular yang disebabkan virus dengue. Ada banyak kasus DBD yang berakhir fatal akibat terlambat dideteksi dan ditangani,” terangnya.

Baca juga:  Vaksinasi Covid-19 di Sampang Terus Berjalan Meski Bulan Ramadhan

Diterangkan, umumnya gejala DBD akan muncul sekitar empat sampai sepuluh hari setelah mendapat gigitan dari nyamuk aedes aegypti. Bagi anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala yang dialami bisa lebih parah.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih aktif dalam menjaga pola hidup sehat. Masyarakat juga diminta agar dapat membedakan antara gejala DBD dengan Covid-19.

“Apabila megalami demam, pusing dan lain-lain, segera lakukan konsultasi dengan dokter setempat, jangan menunda waktu dan menganggap remeh gejala-gejala penyakit,” pungkasnya. (RIF/BAD)