Anggota LSM di Sampang Dikeroyok Empat Orang, Polisi Amankan Dua Pelaku

LSM Dikeroyok
M. Syafik korban pengeroyokan oleh empat orang di Kecamatan Sreseh, Sampang. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Warga Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, atas nama M. Syafik dikeroyok. Diketahui korban merupakan anggota aktif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kapolsek Sreseh Iptu Edi Eko Purnomo mengkonfirmasi, kronologi dan penyebab pengeroyokan belum diketahui secara pasti. Sebab pihaknya mengetahui insiden itu berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat setempat.

Ia menerangkan, pengeroyokan itu terjadi pada Selasa (5/4) petang sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam insiden tersebut ada empat orang terduga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan yang dialami Syafik.

“Kalau kronologisnya tidak begitu paham, hanya saja saat kejadian warga melaporkan kalau ada pengeroyokan,” terang Iptu Edi pada maduraindepth.com, Rabu (6/4).

Saat mendengar pengeroyokan, pihaknya bersama jajaran Polsek Sreseh langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi aparat sudah menemukan korban sudah berlumuran darah pada bagian wajah.

“Saat datangi ke TKP, kami melihat korban alami luka di bagian wajahnya lalu kami langsung melakukan pertolongan dibawa ke dalam mobil,” ujarnya.

Tonton Video

[td_block_video_youtube playlist_title=”” playlist_yt=”LzNQnOsRybI,vKXMCTJEZJc,jM2tnK8eQsY,njWGG7KIr4Q,KFtVg8naWhw,nflb-3i8eNs,x90ACKIjOdA,qBfZrdWK4bk,2j0JjpjlDGo” playlist_auto_play=”0″]

Saat dievakuasi ke dalam mobil, korban sempat menyebutkan nama pelaku. Seketika pihaknya langsung mengamankan yang bersangkutan.

Hanya saja, dari empat pelaku polisi masih berhasil mengamankan dua orang. Keduanya diamankan di sebuah rumah di desa setempat pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kedua terduga penganiayaan sudah kami serahkan tadi malam ke Polres Sampang,” terangnya.

Ditanya soal profesi korban, Iptu Edi mengungkap, bahwa Syafik merupakan salah satu anggota aktif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Kalau di pers saya kurang begitu paham, namun kalau informasi di masyarakat katanya korban juga aktif di media,” pungkasnya. (Alim/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info