ABK KLM Sumber Baru Selamat. Kasatpolair: Evakuasi Terkendala Cuaca Buruk

kapal hilang
Lokasi terakhir posisi KLM Sumber Baru dilihat dari Google Maps. (Satpolair Polres Sumenep for MI)

maduraindepth.com – Kabar terbaru, seluruh anak buah kapal (ABK) KLM Sumber Baru selamat. Sebelumnya, kapal tersebut diduga mengalami kecelakaan (laka) laut di perairan Kalianget Sumenep, Sabtu (30/1). Sebab, kapal yang dijadwalkan tiba di pelabuhan Kuala Pembuang Kalimantan Tengah, Rabu (28/1). Namun tak kunjung bersandar dan sempat hilang kontak.

Kapal bermuatan sembako yang bertolak dari Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa (27/1) itu dikabarkan membawa lima orang ABK. Yakni Adi (nahkoda), Bagong, Kaik, Sahrun dan Man.


Kemudian Jumat (29/1), Sahrun sempat menghubungi pihak keluarganya jika kapal mengalami kerusakan pada bagian mesin. ABK itu mengabarkan jika girbox kapal patah. Namun setelah itu, Sahrun tidak bisa dihubungi kembali. Termasuk seluruh kru kapal sempat lepas kontak.

Pihak keluarga termasuk pemilik kapal yang diketahui bernama Hj. Masfuatun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

“Benar. Posisi terakhir, kapal ada di sekitar Pulau Manuk,” terang Kasatpolair Polres Sumenep Iptu Agung Widodo, Sabtu (30/1).

Menerima informasi mengenai adanya kapal yang diduga mengalami laka laut, pihaknya langsung melakukan koordinasi. Hingga akhirnya diketahui jika kapal dan seluruh ABK selamat. Pihaknya juga berusaha mencari kapal yang bisa menarik KLM Sumber Baru ke daratan terdekat.

“Tapi pihak perahu maupun kapal belum berani dikarenakan cuaca kurang bersahabat,” jelas Agung saat dikonfirmasi maduraindepth.com.

Baca juga:  BMKG: Perairan Sumenep Aman, Akhir Tahun Waspada Gelombang Tinggi

Saat ini, lanjut dia, nahkoda sudah bisa dihubungi dan terus memberikan informasi terbaru. Berdasarkan komunikasi terakhir, posisi kapal GT 57 putih kombinasi hijau kuning tersebut masih berada di tengah laut. Tepatnya 4 mil laut dari Pulau Manuk.

“Kapal tidak lego jangkar. Mereka (ABK, Red) berusaha mendekati pulau menggunaka arus maupun layar,” paparnya. (BAD)