maduraindepth.com – Usaha parfum lokal Yaheer Parfume tercatat masih bertahan dan berkembang hingga saat ini setelah dirintis sejak tahun 2010. Usaha yang dikelola Habib Abil Assegaf tersebut menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya beraktivitas di Kabupaten Sampang.
Habib Abil menuturkan, Yaheer Parfume pertama kali dirintis di Bali pada 2010. Seiring perjalanan waktu, aktivitas usaha berpindah ke Malang mengikuti kegiatan pendidikan yang dijalaninya. Setelah menyelesaikan studi, ia kembali ke Madura dan mulai mengembangkan usaha parfumnya di Sampang sejak tahun 2014.
Saat pertama kali beroperasi di Sampang, Yaheer Parfume dijalankan di lokasi sewa yang tidak jauh dari pusat kota. Setelah sekitar satu tahun beroperasi, aktivitas usaha kemudian dipusatkan di lokasi yang saat ini digunakan di Jl. Hasyim Asy’ari, Kabupaten Sampang.
Seiring berjalannya waktu, jumlah produk yang ditawarkan terus bertambah. Saat ini, Yaheer Parfume menyediakan sekitar 400 hingga 500 varian aroma dengan segmentasi konsumen yang beragam. Beberapa varian tercatat paling banyak diminati pembeli, di antaranya Charles, Black Opium, Victoria Scandalous, Marwa, Nina Ricci Luna, Black Passion, Anna Sui Dream, Nine PM Rebell, Zeus, dan Baccarat.
Dari sisi harga, produk parfum yang dipasarkan memiliki rentang yang bervariasi, mulai dari harga ratusan rupiah hingga puluhan ribu rupiah. Untuk ukuran dan kemasan tertentu, harga dapat mencapai ratusan ribu rupiah. Sebagian besar konsumen memilih produk dengan harga terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.
Terkait kandungan, parfum non-spray umumnya diproduksi tanpa alkohol. Sementara untuk kemasan spray, penggunaan alkohol disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen.
Ke depan, pengelola berharap kualitas produk dapat terus dijaga agar kepercayaan konsumen maupun mitra penjualan tetap terpelihara. Perjalanan Yaheer Parfume menjadi gambaran usaha lokal yang tumbuh secara bertahap melalui adaptasi dan keberlanjutan usaha.(Poer/MH)












