39 Paket Proyek Terancam Molor, PU SDA Sumenep: Tidak Selesai, Black List

0
67
PU SDA Sumenep Paket Proyek
Noer Lisal Ambiyah, Kabid WSP Dinas PU SDA Sumenep. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Menjelang akhir tahun 2019 Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Sumenep, menganggarkan Rp 5,3 miliar. Anggaran dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) itu akan dialokasikan untuk pengerjaan 39 paket proyek.

Dari 39 paket proyek itu, disebutkan terdiri dari Waduk Sungai dan Pantai (WSP). Rinciannya, normalisasi sungai sebayak 2 paket dengan nilai Rp 995 juta, penguatan tebing laut sebanyak 18 paket senilai Rp 2,1 miliar. Terakhir, pembangunan tangkis laut sebanyak 19 paket senilaiRp 2,3 miliar. Miliaran dana itu bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Sayangnya, 39 paket proyek tersebut terancam molor dari deadline pengerjaan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) WPS Dinas PU SDA Sumenep, Noer Lisal Ambiyah.

“Jadi progres pengerjaannya sekarang baru mencapai sekitar 50 persen. Tapi, akan terus genjot agar bisa selesai tepat waktu,” ungkap Noer Lisal Ambiyah, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (02/12).

Dia menerangkan, kontrak dari 39 Proyek itu baru dimulai pada tanggal 7 November 2019. Sedangkan, target pengerjaannya berlangsung selama 40 hari dari penandatanganan kontrak dengan capaian selesai. “Kalau sampai waktu yang ditentukan belum selesai, masih ada penambahan waktu hingga 50 hari. Namun, yang pasti ada mekanismenya, yakni melalui surat permohonan dulu. Cuma sekarang ini kan lagi krisis, untuk itu tanggal 16 Desember sudah harus selesai,” jelas dia.

Jika pengerjaan melampaui tenggat waktu yang sudah ditentukan, Lisal menegaskan, pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut akan dikenakan denda. Sedangkan, jika terlambat hingga 27 Desember 2019, kontrak akan di Black List.

“Kalau lebih dari itu, dikenakan denda. Misalkan nilai kontraknya 100 juta, jadi perhari dendanya 100 ribu sampai tanggal 27 desember 2019 terakhir. Jika masih belum selesai, maka akan di black list (putus kontrak),” pungkasnya. (MR/MH)