Wisata Pantai Tlangoh Bangkalan Jadi Refleksi Hiburan Kaula Muda dan Keluarga

121
Pantai Tlangoh Wisata Bangkalan
Saat para pengunjung bermain pantai dan ombak. (FOTO: Suryadi/MI)

maduraindepth.com – Deru ombak dari laut lepas yang membentang sepanjang Pantai Utara Bangkalan kini tak lagi menjadi suara tunggal di Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Deru ombak itu kini menjadi simphoni indah dan merdu karena dibalut suara dan teriakan gembira dari ratusan anak-anak yang sedang bermain di bibir pantai. Ada yang berlari, ada yang berenang, ada juga yang mengendarai motor pantai.


Deru ombak juga berbalut tawa bahagia senda gurau keluarga-keluarga yang sedang menikmati keindahan alam. Di pantai berpasir putih yang membentang sepanjang sekitar 2 KM bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga dihiasi beraneka spot foto menarik. Yang nampak bukan hanya denyut ekonomi tetapi juga denyut kreatifitas, kolaborasi dan optimisme warga.

Selain dilengkapi fasilitas untuk mandi bagi mereka yang berendam atau berenang serta toilet yang bersih, pantai ini juga punya puluhan payung peneduh. Tak hanya itu ada sekitar 30 warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.

Keberadaan 30 warung ini sebenarnya refleksi dari banyaknya wisatawan yang berkunjung. Khususnya di hari libur, wisatawan bergelombang datang dari pagi sekitar pukul 06.00 hingga pukul 22.00. Selain memiliki wahana untuk foto selfie, di pantai ini anak-anak dimanjakan permainan air hingga sepeda motor pantai.

“Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi ibu dan bapak datang bersama anak-anak atau bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” kata Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat, Selasa (5/1).

Baca juga:  Cara Membuat Jemblem Singkong

Karena lebih menjadi lokasi wisata keluarga, Pantai Tlangoh tidak hanya memiliki petugas kebersihan, tetapi juga memiliki penjaga pantai. Penjaga pantai ini tugasnya bukan hanya mengawasi agar pengunjung menjaga keamanan dan kebersihan, menolong jika ada insiden, namun juga memastikan tidak ada yang berbuat tak senonoh di Pantai Tlangoh.

“Boleh saja datang bawa pacar. Tapi jangan macam-macam. Kami punya petugas penjaga pantai yang mengawasi perilaku pengunjung,” kata Kudrotul.

Menurutnya, Pantai Tlangoh sebenarnya sudah terkenal sejak lama karena diyakini warga Bangkalan dan sekitarnya punya khasiat bisa menyembuhkan segala penyakit. Mereka yang ingin sembuh dari sakit gatal-gatal hingga stroke biasanya berendam sejak pagi buta hingga matahari bersinar.

“Mereka baru boleh mandi air tawar setelah air hasil berendam menguap tuntas atau bersih,” kata Kundrotul.

Masalahnya, kepopuleran Pantai Tlangoh tidak bisa membangkitkan perekenomian warga. Lebih dari itu pantai ini dipenuhi sampah. Sangat kotor. Nasib Pantai Tlangoh yang merana itulah yang membuat Kades dan anak-anak muda Desa Tlangoh mulai berpikir untuk menjadikan sebagai objek wisata.

“Karena itulah kami di awal tahun 2020 mendiskusikan dengan teman-teman PHE WMO. Ternyata mendapat sambutan, dan bahkan dukungan serta bimbingan,” kata Kudrotul.

Destinasi wisata baru ini dibuka sekitar 7 bulan lalu, atau tepatnya sekitar bulan Mei 2020. Dibuka justru saat pandemi Covid-19 terjadi. “Covid-19 tidak menghalangi semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh untuk bangkit,” ungkap Kudrotul Hidayat.

Berkat dukungan PHE WMO, perangkat desa yang dipimpin oleh Kades kini bahu-membahu dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan.