Tingkat Pengangguran Terbuka di Sampang Naik 0,10 Persen, Lebih Tinggi Dibanding Agustus 2020

Pengangguran sampang
Istimewa.

maduraindepth.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada Agustus 2021 sebesar 3,45 persen. Angka tersebut lebih tinggi 0,10 persen dibanding Agustus 2020.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sampang Wahyu Wibowo menyampaikan, meningkatnya TPT tersebut disebabkan pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia pada Maret 2020 lalu. Di sisi lain, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke kampung halaman juga menjadi salah satu pemicunya.


“Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Sampang Agustus 2021 sebesar 3,45 persen. Pada Agustus 2020 TPT Kabupaten Sampang sebesar 3,35,” terangnya, Selasa (14/12).

BPS mencatat, di Sampang terdapat penduduk menganggur sebesar 3.37, penduduk bukan angkatan kerja sebanyak 1.506 jiwa dan penduduk sementara tidak bekerja sebesar 1.269 jiwa.

Wahyu mengungkapkan, berdasarkan data BPS Sampang penyumbang utama TPT Kabupaten Sampang tahun 2020 hingga 2021 Masih dialami laki-laki.

“TPT 2020 untuk laki-laki sebesar 4,89 persen, pada 2021 sebesar 3,86 persen. Sedangkan TPT perempuan 2020 hanya 1,40 persen, di 2021 sebesar 2,93 persen,” ujarnya.

Ia menilai kenaikan TPT sebesar 0,1 persen dirasa sudah cukup baik dengan estimasi 520 ribu angkatan kerja.

“0,1 persen itu setara 520 orang. Mungkin termasuk PMI yang barusan pulang juga mempengaruhi,” katanya.

Baca juga:  BPNT di Sumenep Diprotes Warga, Ini Jawaban Dinsos

Ujar Wahyu, di Kabupaten Sampang terdapat 3.378 jiwa penduduk yang menganggur. Jumlah ini pernah berhenti bekerja selama pandemi mulai Februari 2020 hingga Agustus 2021.

Begitu pula pada penduduk yang bekerja mengalami pengurangan jam kerja di Kabupaten Sampang sebesar 49.694 jiwa. Sementara itu penduduk yang bekerja namun karena Covid-19 menjadi sementara tidak bekerja sebesar 1.269 persen.

“Jadi penduduk usia kerja yang termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja dan pernah berhenti bekerja karena Covid-19 sejak Februari 2020 totalnya sebesar 1.506 jiwa,” pungkasnya. (Alim/MH)