Sumenep Siap-Siap Hadapi Bencana Kekeringan

Bencana Kekeringan
Ilustrasi bencana kekeringan. (Istimewa)

maduraindepth.com – Sejumlah daerah di Kabupaten Sumenep diprediksi bakal mengalami bencana kekeringan. Bencana alam tahunan itu diperkirakan akan berlangsung hingga September 2021 mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menjelaskan, bencana kekeringan diprediksi bakal melanda puluhan desa di Kabupaten Sumenep.


“Itu berdasarkan hasil dari rilis BMKG,” ucapnya, Jumat (4/6).

Diterangkan, berdasarkan data yang ada di lembaganya, terdapat sekitar 30 desa se Kabupaten Sumenep yang diprediksi mengalami kering kritis dan kering langka. Meliputi wilayah daratan dan kepulauan.

Rahman merinci, 11 dari 30 desa itu di antaranya Desa Montorna, Lebeng Barat, Prancak, Campaka Kecamatan Pasongsongan. Kemudian di Kecamatan Batu Putih yakni di Desa Badur, Bullaan, dan lain sebagainya. Sedangkan di kepulauan yakni di Desa Palasa, Kecamatan Talango.

Selain itu, beberapa desa yang diprediksi mengalami kekeringan langka di kepulauan antara lain desa-desa di wilayah Kecamatan Gayam, Arjasa, Giligenting dan Nonggunong. Sedangkan di wilayah daratan yakni Ganding, Bluto, Batang-Batang, Saronggi, Dasuk, Rubaru dan beberapa kecamatan lainnya.

“Kering kritis itu apabila jarak ke lokasi sumber mata air mencapai di atas 3 kilometer dan ketersediaan air bersih kurang dari 10 liter per orang setiap harinya,” terang Rahman.

Sementara kering langka, lanjut dia, apabila jarak dari permukiman warga ke sumber mata air itu antara 1,5 kilometer sampai 3 kilometer dengan kebutuhan kurang lebih dari 30 liter per orang setiap harinya.

Baca juga:  Sebut Informasi Pembuatan SIM Kolektif Hoax, Kasatlantas: Pelakunya Harus Dicari

Mengenai penanganan bencana tersebut, pihaknya mengaku masih menunggu usulan dari warga melalui kantor kecamatan setempat yang diajukan ke pemerintah kabupaten.

“Setelah itu kami akan melakukan verifikasi ke desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air dan disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya. (BAD)