Soal Penerbangan Seaplane ke Pulau Gili Iyang, Begini Kata Kepala Bandara Trunojoyo

Penerbangan seaplane Gili Iyang
Bupati Sumenep bersama sejumlah pejabat foto bersama dengan latar belakang pesawat Travira Air di Bandara Trunojoyo Sumenep, Senin (26/4). (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com – Perdana, pesawat Travira Air melakukan uji coba penerbangan seaplane jalur wisata dari Bali menuju Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Senin (26/4). Pesawat amphibi itu mendarat dengan mulus di perairan pulau dengan kandungan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.

Penerbangan dilakukan pesawat C-208A itu dengan rute Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Trunojoyo Sumenep. Kemudian lanjut melakukan pendaratan di perairan Pulau Gili Iyang.


Kepala Bandara Trunojoyo Sumenep M. Arqodri Arman menjelaskan, penerbangan seaplane ke Pulau Gili Iyang sebagai tindak lanjut hasil survei dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Transportasi Udara Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Studi itu, lanjut dia, berkenaan dengan transportasi udara ke Pulau Gili Iyang yang memiliki potensi wisata kesehatan berupa kandungan oksigen terbaik kedua di dunia.

“Ini sifatnya masih penerbangan uji coba untuk melakukan pendaratan di perairan Pulau Gili Iyang. Alhamdulillah percobaan dua kali landing berjalan lancar,” ucapnya, Senin (26/4).

Meski sebatas uji coba, antusias masyarakat diakui sangat luar biasa menyambut penerbangan pesawat yang bisa mendarat di air itu.

Apakah Travira Air akan melayani penerbangan reguler? Arqodri menjelaskan, sejauh ini pihaknya bersama pemerintah daerah dan masyarakat berharap pesawat tersebut bisa melayani kebutuhan transportasi udara. Khususnya ke wilayah kepulauan Kota Keris.

Baca juga:  Terlibat Perkelahian, Dua Remaja Sumenep Luka Parah

“Apakah nanti penerbangannya setelah rutin berjadwal, saya belum bisa memastikan. Karena ini masih proses uji coba. Setelah ini hasilnya akan dievaluasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, sekilas berdasarkan informasi, penerbangan pesawat Travira Air itu masih ditargetkan untuk melayani penerbangan pariwisata dari Bali menuju Pulau Oksigen Gili Iyang.

“Ini hasil kerja bersama, dari Kemenhub, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Menko Maritim, dan Pemkab Sumenep,” pungkasnya. (BAD)