Putus Mata Rantai COVID-19, ASN di 8 OPD Sampang Jalani Rapid Test

Sejumlah ASN Sampang sedang menjalani rapid test, Rabu (17/6). (RIF/AW)

maduraindepth.com – Setelah melakukan Rapid Test terhadap para pengunjung dan pedagang di sejumlah pasar, Satgas Covid-19 Sampang kembali melakukan Rapid Test massal. Kali ini yang dirapid test adalah sejumlah ASN di delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

8 OPD tersebut antara lain, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk capil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin), Kodim 0828 Sampang, Polres Sampang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, pelaksanaan kegiatan rapid test massal dilingkungan Pemkab Sampang merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sehingga, tidak hanya masyarakat yang di lakukan rapid test. Kami dilingkungan pemkab sampang juga akan jalani rapid test, demi menjaga kesehatan diri kita,” tuturnya saat dilokasi Rapid Test dihalaman Pemkab Sampang, Rabu (17/6).

Menurut Agus, penyebaran Covid-19 nyata adanya, sehingga perlu adanya kerja sama dari masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, dan apabila memang memiliki aktifitas diluar secara mendesak, harus menggunakan masker.

“Beberapa tim kesehatan sudah menjadi korban, untuk antisipas bagi tim kesehatan lainnya, kami mewajibkan agar selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam bertugas,” himbaunya.

Baca juga:  Tetap Beroperasi, Puskesmas Kedungdung Berlakukan Lock Door

Agus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut terhadap rapid test. Rapid test hanya untuk memastikan apakah ada gejala atau tidak terhadap reaksi Covid-19.

“Jadi bukan positif, rapid hanya tes screening, apabila nanti hasilnya non reaktif ya sukur alhamdulillah, namun apabila reaktif maka akan kami kordinasikan lebih lanjut dengan melakukan penanganan,” pungkasnya. (RIF/AW)