Pilkades Desa Juruan Laok Ricuh, Dua Orang Ditangkap Polisi

0
156
Sejumlah kursi, kotak suara dan logistik pemilihan kepala desa Juruan Laok, Batuputih, Sumenep, dirusak massa. (MR/MI)

maduraindepth.com – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengamankan dua orang yang diduga melakukan kericuhan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batuputih. Kini, dua orang yang diamankan tersebut tengah menjalani serangkaian pemeriksaan, penyidikan dan penyelidikan di Mapolres setempat.

“Dua orang itu kami amankan dan tengah didalami keterangannya, serta apa peran keduanya dalam kericuhan Pilkades tersebut,” ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, melalui Kasubag Humas Polres Sumeep, AKP Widiarti, Jumat (08/11).

Menurut Widiarti, selain dua orang yang diamankan, sejumlah barang di lapangan ikut diamankan sebagai barang bukti dalam kasus Pilkades tersebut. “Kami juga tengah mempelajari rekaman video yang beredar, berikut alat-alat bukti yang diamankan seperti batu, kursi yang rusak, serta bukti-bukti lainnya,” jelasnya.

Ia mengaku belum bisa mengungkap peran dua orang yang diamankan dalam kericuhan tersebut, karena masih pendalaman keterangan. “Intinya masih lidik, apakah ada perbuatan melawan hukum. Kalau mereka terbukti melakukan perusakan, maka ada penegakan hukum secara terukur,” tegasnya.

Sebelumnya, Pilkades Juruan Laok, Kecamatan Batuputih berakhir ricuh, Kamis (07/11/2019) kemarin. Massa dari calon kepala desa yang tidak lolos seleksi merasa tidak puas dan mengamuk. Mereka merusak sejumlah alat kelengkapan Pilkades, seperti kursi, tenda, bahkan surat suara.

Aparat kepolisian dilokasi terlihat kewalahan karena banyaknya jumlah massa. Polisi dan Brimob bergerak cepat mengevakuasi 5 Calon Kepala Desa dan panitia pelaksana Pilkades Juruan Laok. Akibatnya, pelaksanaan Pilkades pun terpaksa dihentikan. (MR/AJ)