Percasi Sampang Janji Ngasih Reward ke Muhlis

Atlet penyandang disabilitas muhlis
Ketua Percasi Sampang Fadol (baju putih) dan Muhlis (berkalung bunga). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Atlet catur asal Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Muhlis (23) berhasil menyabet empat medali bagi kontingen Jawa Timur di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua.

Menariknya, Muhlis merupakan seorang penyandang disabilitas tunarungu. Keterbatasan tak menyurutkan semangatnya untuk tetap menjadi seorang prestisius.


Terbukti, dalam ajang bergengsi Peparnas XVI 2021, ia memborong empat medali sekaligus. Yakni perak pada kelas beregu standard, perak pada kelas perorangan standard, perunggu kelas perorangan cepat dan perak kelas beregu cepat.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sampang Fadol sangat berterima kasih kepada Muhlis yang telah mengharumkan nama Sampang hingga kancah nasional.

“Satu-satunya penyandang disabilitas asal Sampang yang berprestasi di Peparnas XVI 2021 di Papua, membanggakan,” ucapnya, Rabu (17/11).

Fadol menyebut, atlet penyandang disabilitas itu diberangkatkan oleh National Paralympic Committee (NPC) dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) yang merupakan atlet binaan Percasi Sampang.

Dia berjanji akan memberikan reward untuk Muhlis karena prestasinya tersebut. Namun Fadol tidak membeberkan rewardnya dalam bentuk apa. Karena saat ini pihaknya mengaku masih akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait.

“Bentuk apresiasi dari Percasi Sampang akan memberikan bonus buat Muhlis,” katanya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Sampang Munawi meminta pemerintah daerah memberikan perlindungan dan perhatian khusus bagi para penyandang disabilitas. Apalagi menurutnya bisa mengharumkan nama baik Kota Bahari ini.

Baca juga:  Atlet Jatim Asal Sampang Raih Perunggu Peparnas Papua

“Kami juga berharap segala perlindungan hak dan jaminan hidup agar diperjuangan dan diperhatikan oleh pemerintah daerah,” harapnya. (Alim/MH)