Penganut Syiah Sampang Kembali Berikrar ke Aswaja : Atas Kemauan Sendiri

Syiah Sampang
Penganut syiah saat berikrar kembali ke Aswaja di Musala Ponpes Darul Ulum, Garsempal, Ombem, Sampang, Jumat (27/11) sore. (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Enam orang penganut syiah Sampang yang statusnya masih pelajar berikrar kembali ke paham ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) atau sunni. Mereka menyatakan ikrar di Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Garsempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jumat (27/11) sore.

Saat mereka berikrar, disaksikan oleh sejumlah tokoh agama dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sampang. Perwakilan dari bagian kesejahteraan (Kesra) Pemkab setempat juga tampak hadir menyaksikan prosesi enam pelajar tersebut meninggalkan paham syiah yang dianutnya.


Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, Faisol Ramdhoni melaporkan, keenam pelajar tersebut merupakan pengikut Tajul Mulul yang tidak ikut berikrar pada 5 November lalu di Pendopo Trunojoyo. Sehingga atas kemauannya mereka memilih berikrar hari ini.

“Sehingga kali ini, atas kemauan sendiri, mereka melakukan ikrar yang kemudian difasilitasi oleh Pemkab Sampang,” terang Faisol di Sampang, Jumat (27/11).

Hal senada diungkapkan oleh Pengasuh Ponpes Darul Umul KH. Syafiuddin Wahid. Mereka tidak ikrar bersama Tajul Muluk beberapa waktu lalu lantaran sedang berada di luar kota.

Kyai Syafiuddin mengungkapkan, bahwa saat ini masih terdapat 21 orang yang enggan kembali ke ajaran Aswaja. Mereka saat ini berada di pengungsian, Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.

“Mungkin mereka belum terbuka hatinya,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya bersama sejumlah tokoh agama akan melakukan pembinaan bagi mantan penganut syiah Sampang.

Baca juga:  Momen Idul Adha, Kemenag Sampang Himbau ASN Takbiran dan Munajat Doa di Rumah

“Insya Allah Minggu depan ini akan ada rapat pembentukan tim pembinaan terhadap pengikut Tajul Muluk,” ungkapnya.

Berikut enam orang yang meninggalkan paham syiah dan kembali ke Aswaja:

1. Bakri (22), Mahasiswa asal Dusun Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang,
2. Ikhsan (24), swasta asal Dusun Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang,
3. Solikhin (20), Mahasiswa asal Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang
4. Moh. Munib (25) swasta asal Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang
5. Sulaiman (20), Mahasiswi asal Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, dan
6. Mufid, warga asal Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben.

Untuk diketahui, mereka berangkat dari pengasingan, Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo sekitar pukul 10.00 WIB didampingi Dul Holik, Mat Rosid dan Munib. Dari pengasingan menuju Sampang, mereka menggunakan kendaraan roda empat Suzuki Ertiga Nopol W 1820 YV warna silver.

Mereka memasuki Kota Bahari sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 15.40 WIB mereka berikrar meninggalkan syiah dan kembali ke Aswaja di Musala Ponpes Darul Ulum, Garsempal, Omben, Sampang. (RIF/MH)