Pelajar di Pamekasan Diharapkan Jadi Generasi Qur’ani

Generasi Qurani Pamekasan
Bupati Baddrut Tamam saat foto bersama dengan pemenang lomba hafidz Al-Qur'an yang diadakan radio Ralita FM Pamekasan beberapa waktu lalu. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menargetkan para pelajar di Kota Bumi Gerbang Salam ini menjadi generasi Qur’ani. Yakni generasi yang mampu membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an dengan tepat.

Guna mewujudkan itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan merancang program menghafal dan menulis Al-Qur’an. Program ini dikhususkan bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 13 kecamatan.


Bupati Baddrut Tamam menyampaikan program tersebut merupakan salah satu strategi untuk membumikan Al-Qur’an di Pamekasan. Sehingga diharapkan program ini bisa menciptakan generasi Qur’ani.

“Pemkab tahun ini mengadakan gerakan menghafal dan menulis Al-Qur’an, bedanya kalau gerakan tidak ada batasnya, kalau lomba itu kan ada batasanya,” ucap Ra Baddrut saat memberi sambutan closing ceremony lomba hafidz Al-Qur’an Ralita FM, Sabtu (1/5) sore.

Sementara itu, cara yang diberlakukan dalam mensukseskan program ini, tiap sekolah memberi tigas kepada peserta didik untuk menghafal Al-Qur’an juz 30. Nantinya hafalan ini disetor secara berkala kepada guru pembimbing berikut tulisan surah yang dihafal.

Baddrut meyakini, jika sekolah-sekolah di Pamekasan berhasil menjalankan program tersebut dan Al-Qur’an menjadi nilai dalam kehidupan sehari-hari. Maka Pamekasan akan menjadi daerah yang aman dan tentram. Termasuk Indonesia pada umumnya.

Baca juga:  Lima Daerah di Pamekasan Madura Terkena Bencana Longsor

Ra Baddrut mengklaim bahwa program tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Program seperti ini yang tidak dibiayai oleh APBD pertama di Indonesia,” katanya.

Kami berharap program ini sukses dan siswa atau anak didik kita bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai gaya hidup, bukan hanya menghafal, tetapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harap mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode tersebut. (RUK/MH)