Peduli Lingkungan, Poltera Terapkan Larangan Penggunaan Botol Plastik

0
104
Poltera Botol Plastik
Mahasiswi Poltera sedang mengambil air menggunakan tumbler. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Politeknik Negeri Madura (Poltera) menerapkan larangan penggunaan botol plastik di lingkungan kampus. Aturan ini diberlakukan per Agustus 2019 untuk mahasiswa dan semua insan kampus.

Humas Poltera Taufik Hidayat mengatakan, persoalan sampah plastik saat ini sudah menjadi problem internasional. Dimana limbah plastik ini merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkukangan di bumi.

Sebagai institusi pendidikan, jelas Taufik, Poltera hadir dan ikut andil dalam rangka peduli lingkungan. Melalui aturan pelarangan penggunaan botol plastik ini, Poltera setidaknya bisa mengurangi sampah plastik yang sudah menjadi persoalan internasional.

Menurut Taufik, aturan tersebut sifatnya edukatif atau mendidik. Semua pihak yang ada di lingkungan kampus dilarang menggunakan botol plastik.

“Sebagai institusi pendidikan, kami memulainya dari hal-hal yang kecil. Itu semua untuk memberi edukasi dan penyadaran bahwa saat ini limbah plastik menjadi persoalan serius,” ujar Taufik pada maduraindepth.com, Rabu (21/8/2019).

Tidak hanya pada saat acara seremonial saja, kata Taufik, dalam rutinitas harian di kampus pun mahasiswa tidak boleh menggunakan wadah minuman berbahan plastik. Menurutnya langkah kecil ini diyakini bisa mengurangi limbah plastik dan menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan.

Sejalan dengan larangan tersebut, pihak kampus juga menyediakan air minum gratis untuk mahasiswa Poltera. Insan kampus, sambung Taufik, dipersilahkan mengkonsumsi air yang telah disediakan pihak kampus tersebut.

“Kami sediakan minuman gratis, untuk wadahnya mahasiswa jangan menggunakan bahan plastik, bisa menggunakan tumbler yang bisa diisi ulang,” terangnya.

Masih kata Taufik, aturan tersebut diberlakukan pada saat pengukuhan mahasiswa baru pada Selasa 20 Agustus 2019. Semua mahasiswa menyambut baik aturan tersebut.

Melalui langkah kecil ini, pihaknya berharap bisa diikuti oleh instansi dan pemerintah kabupaten di Madura. “Di Poltera ini kecil, tapi kalau semua instansi pemerintah bisa menerapkan juga, dampaknya akan luar biasa mengurangi limbah plastik,” pungkasnya. (MH)