banner auto

PC Kopri PMII Jember Adakan Seminar Pendidikan Politik

Kopri Jember
Foto bersama usai kegiatan. (FOTO: Lisa for MiD)

maduraindepth.com – PC Kopri Jember menggelar kegiatan Seminar Pendidikan Politik, Sabtu (10/6). Kegiatan ini mengusung tema ‘Perempuan dalam Percaturan Politik’.

Ketua PC Kopri PMII Jember, Kholisatul Hasanah menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk merespon momentum pesta demokrasi yang akan digelar pada 2024 mendatang. Menurutnya, pesta demokrasi merupakan bagian dari aspek pembangunan nasional di bidang politik.

“Para kader PMII harus memiliki wawasan politik. Karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan dapat menambah kesadaran kader-kader soal pentingnya peran pemuda dalam pembangunan nasional di bidang politik,” ujar perempuan yang karib disapa Lisa saat memberi sambutan.

Sementara Majelis Pembina Cabang PMII Jember sekaligus narasumber, Raikhatul Jannah menyampaikan pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik di Indonesia. Dia menganggap, dengan adanya keterwakilan tersebut bisa menjadi jembatan untuk menyuarakan berbagai kepentingan, kebutuhan, dan aspirasi tentang perempuan.

Dalam pelatihan ini, pegiat politik, Lia Istifhama, menitikberatkan materinya tentang berbagai strategi yang bisa dilakukan perempuan untuk meningkatkan value diri dan bersaing di ranah politik.

“Kehadiran PEREMPUAN dalam politik bukan untuk menyaingi laki-laki, melainkan saling menguatkan peran,” ujar Lia.

Hal senada juga diungkapkan Alifatul Lailiyah selaku pembina PMII. Ia menegaskan, saat ini para pemuda harus melek politik.

“Maksudnya, pemaknaan politik jangan dilimatasi hanya pada hal pragmatis saja,” ucapnya.

Baca juga:  Tetap Berlayar Meski Cuaca Buruk, ABK: Cuma Ini Mata Pencaharian Kami

Menurutnya, arah gerak perempuan dalam percaturan politik tidak lain menjadi bagian dari terwujudnya Gender equality (kesetaraan gender). Di sisi lain, juga bisa menjembatani adanya peraturan daerah (perda) yang inspiratif, sesuai kebutuhan perempuan dan tentunya ramah gender.

Sementara narasumber pembanding, Muhammad Muwafiq mengatakan, keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen di kursi parlemen menjadi tantangan tersendiri bagi para kader PMII. Dari sini, aktivis perempuan harus mau belajar dan mengambil peran.

“Peran yang bisa diambil diantaranya menjadi pimpinan di berbagai organisasi bahkan di partai,” katanya.

Untuk diketahui, kegiatan ini berlangsung selama dua jam. Hadir sebagai pemateri Dr. Lia Istifhama, Roikhatul Jannah S.Pd.I, Alifatul Lailiyah dan Muhammad Muwafiq. (*/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto