Memasuki Peralihan Musim, BPBD Sampang Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Pohon Tumbang Sampang
Pohon tumbang akibat angin kencang di Jalan Raya Nyiburen, Kecamatan Jrengik, Sampang pada 13 Desember 2019 lalu. (Foto: Arief Tirtana/MI)

maduraindpeth.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menghimbau masyarakat selalu waspada terhadap dampak peralihan musim penghujan ke kemarau. Sebab pada peralihan musim tersebut biasanya sering terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Plt Kepala BPBD Sampang Moh Asroni mengatakan, informasi perubahan musim tersebut berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dijelaskan, kondisi cuaca saat ini tidak menentu. Sehingga masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca buruk, terutama bagi masyarakat di pesisir pantai.


“Kami menghimbau kepada masyarakat Sampang, terutama warga di sepanjang pantai untuk tetap berhati-hati. Karena sekarang masuk pancaroba,” imbaunya saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Pihaknya juga menjelaskan, pada musim pancaroba biasanya terjadi angin kencang disertai hujan deras. Kondisi cuaca demikian berpotensi terjadinya ombak tinggi di lautan.

“Masyarakat dihimbau untuk hati-hati, selalu memperhatikan cuaca saat ini. Utamanya pada sore hingga malam hari,” papar Asroni.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan potensi hujan deras yang terjadi juga akan berdampak terjadinya tanah longsor di beberapa daerah yang masuk kategori rawan. “Selama ini rumah warga yang terdampak longsor belum ada. Tapi jalan umum yang ambles akibat tanah longsor relatif banyak, seperti yang ada di kecamatan Tambelangan, Omben, Robatal dan Karang Penang,” ujarnya.

Menurut Asroni, wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan musim yang terjadi saat ini.

Baca juga:  Daftar Kecamatan di Sumenep yang Miliki Kandungan Fosfat

“Saat hujan deras dan angin kencang kami sarankan untuk menjauh dari tumbuh-tumbuhan yang rapuh, serta selalu memperhatikan kondisi di sekitar rumah takut tiba-tiba runtuh dan membahayakan diri,” tutupnya. (Alimuddin/BAD)