Mantan Teroris Ali Fauzi: Ada Kelompok yang Ingin Mendirikan Daulah Islamiyah

237
Mantan Teroris, Ali Fauzi (pegang microphone) menjelaskan bahaya terorisme kepada santri, Rabu (12/8). (AW/MI)

maduraindepth.com – Mantan teroris Ali Fauzi hadir di Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (12/8). Kedatangan adik terpidana mati bom Bali, Amrozi dan Ali Ghufron itu untuk memberikan edukasi yang benar kepada santri tentang bahaya terorisme.

Mantan kombatan Jema’ah Islamiyah ini didampingi Kapolres Sampang AKBP. Didit Bambang Wibowo dan KH. Moh. Itqon Bushiri, salah satu pimpinan PP. Assirojiyyah, Kajuk, Sampang.


“Saya jelaskan bahwa ada kelompok yang ingin menggulingkan Indonesia dengan upaya-upaya mendirikan Daulah Islamiyah,” ucap Ali Fauzi.

Dia menjelaskan, munculnya fitnah terhadap pemerintah dan aparat TNI-POLRI akibat minimnya pemahaman dan informasi tentang bahaya terorisme di kalangan masyarakat.

Karenanya, lanjut Ali Fauzi, sangat penting untuk memberikan imunitas kepada para santri, dengan harapan kedepannya, jangan sampai diantara mereka ada yang tertarik bahkan join dengan kelompok terorisme.

“Akan sangat bahaya, bukan hanya untuk dirinya, lebih bahaya untuk kita sebagai manusia yang beradab, sebagai manusia berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Ali Fauzi menambahkan, untuk mengantisipasi gerakan radikalisme, harus ada pencerahan dan pemahaman tentang sejarah terorisme. Tak kalah penting, kata dia, harus belajar kepada guru yang benar.

“Jaga NKRI damai ibu pertiwi. Tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, jangan sampai seperti Syiriah jilid kedua,” pesannya.

Baca juga:  Sambut Hari Anti Korupsi, Kejari Sampang Madura Gelar Pentas Seni

Sementara itu, KH. Moh. Itqon berharap dengan kegiatan tersebut, para santri faham tentang sejarah dan bahaya terorisme di Indonesia. Disamping itu pula, diharapkan santri dapat berhasil membujuk orang lain agar tidak tergiur dengan isu-isu terorisme dan sejenisnya.

“Kalau 1 orang menghasilkan (membujuk) 10 orang, yang hadir barusan sekitar 100 lebih santri, itu sudah menghasilkan 1000 orang yang tersadarkan,” harapnya. (AW)