Khofifah Sambut Baik Rencana Adopsi Teknologi Deteksi Ikan untuk Nelayan

0
21
Istimewa

maduraindepth.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana adopsi teknologi informasi oleh para nelayan di pesisir Jawa Timur. Rencananya, nelayan di tiga kabupaten yakni Pamekasan, Pacitan, dan Lamongan akan diperkenalkan aplikasi android berbasis global position system (GPS) untuk mendeteksi keberadaan ikan.

Program itu diharapkan dapat semakin memudahkan nelayan saat melakukan penangkapan ikan di laut. Kerjasama ini dilakukan Pemprov Jatim bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

“Sudah saatnya nelayan diperkenalkan digital IT untuk menangkap ikan. Jika saat ini nelayan mencari ikan menggunakan insting, apalagi lautan Indonesia sedemikian luasnya,” ungkap Khofifah di Grahadi, seusai menerima Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Purbaya Yudhi Sadhewa, Jum’at (6/9).

Tentu dirasa perlu, kata Khofifah, penerapan teknologi, agar kerja para nelayan semakin efektif dan efisien dalam memanfaatkan waktu, tenaga dan bahan bakat. Selain itu, program itu juga diharap dapat memaksimal jumlah tangkapan nelayan.

Khofifah juga mengatakan, dengan aplikasi tersebut memungkinkan nelayan melihat dimana lokasi ikan berada, sehingga mereka bisa langsung menuju ke lokasi ikan yang sedang berkumpul tersebut.

“Poinnya nelayan tidak harus muter-muter, mereka tahu kemana tempat yang harus dituju. Dan tempat itu sudah dipastikan ada ikannya, sehingga mereka bisa hemat waktu, hemat energi dan tenaga tetapi mendapatkan hasil yang berlimpah,” katanya.

Sementara itu, tiga kabupaten akan dijadikan pilot project pertama di wilayah Jawa Timur. Yaitu Kabupaten Pacitan, Lamongan dan Pamekasan. Selanjutnya akan diperluas diseluruh wilayah pesisir Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari program 1 juta nelayan berdaulat yang diinisiasi oleh Kemenko Kemaritiman.

Selain uji coba penggunaan aplikasi android bagi nelayan, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur juga akan mencoba menerapkan teknologi pengawetan ikan dengan cara Pengawetan Ikan Organik (PIO).

“Sebelumnya kan menggunakan es batu dan garam. Bahkan ada yang menggunakan bahan pengawet berbahaya bagi makanan seperti formalin dan boraks. Nah ini kita akan coba dengan menggunakan daun kesemek. Jadi tidak ada lagi yang namanya pengawetan menggunakan bahan-bahan kimia,” ujarnya.

Baik PIO maupun Aplikasi android ini sudah diuji coba di beberapa kabupaten di Jawa Barat, jadi Jawa Timur merupakan uji coba kedua.

“Semoga ikhtiar ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan Jatim,” pungkasnya. (MR/AJ)