Ketua PWI Sumenep: Tantangan Terbesar Jurnalis Adalah Berita Hoaks

Peringatan HPN 2021 Sumenep Madura
Ketua PWI Sumenep Roni Hartono. (Foto: Badri Stiawan/MI)

maduraindepth.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 masih diselimuti dengan pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers untuk terus menyajikan pemberitaan yang positif dan edukatif bagi masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep Roni Hartono menyebut, dengan kondisi pandemi saat ini tantangan terberat dalam kerja jurnalistik di antaranya memberikan informasi yang positif dan mengedukasi masyarakat seputar Covid-19. Termasuk menangkal hoaks.


“Terlebih masyarakat lebih banyak yang mengandalkan media sosial dibandingkan media mainstream untuk mendapatkan informasi,” ucapnya, Senin (9/2).

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi jurnalis yaitu terkait keterbukaan informasi publik (KIP). Menurut dia, hingga saat ini KIP belum sepenuhnya dijalankan oleh instansi pemerintah. Salah satunya mengenai informasi seputar wabah Covid-19.

Tak sedikit, kata Roni, para pekerja media yang mengeluhkan adanya beberapa dinas yang kurang elok saat ditanya seputar Covid-19. Seperti upaya pencegahan, penanggulangan, dan anggaran. Keluhan itu disampaikan para awak media kepada PWI sebagai salah satu organisasi yang menaungi profesi jurnalis di Sumenep.

Menanggapi aspirasi itu, pihaknya mengaku melakukan langkah-langkah solutif. Antara lain berkoordinasi dengan kepala daerah di Kota Keris. “Agar setiap instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sumenep lebih transparan terhadap informasi publik,” papar Roni.

Di sisi lain, lanjut dia, dalam membantu menekan penyebaran dan dampak wabah virus corona, PWI Sumenep juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Seperti bagi-bagi masker dan sembako. Pada peringatan HPN 2021, pihaknya juga kembali melakukan aksi sosial dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Baca juga:  158 Juta Barel Cadangan Minyak di Madura Ditemukan Petronas

“Saya berharap rekan-rekan jurnalis tetap menyajikan pemberitaan yang solutif dan edukatif. Mari bersama menjadi wartawan yang cerdas dan kreatif. Tantangan terbesar kita saat ini adalah hoaks,” tutup Roni. (BAD)