Ketua LKNU Sampang: Dinkes Harus Lebih Sigap Tangani DBD

LKNU Sampang DBD Dinkes
Ketua LKNU Sampang Moh. Hasan Jailani. (FOTO: Agus Wedi/MI)

maduraindepth.com – Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sampang Moh. Hasan Jailani mengajak masyarakat melakukan antisipasi dini akan bahayanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Mengingat, saat ini sudah memasuki musim hujan yang acap kali nyamuk aedes aegepty membawa virus dengue.

Menurut Tretan Mamak, sapaan karib Ketua LKNU Sampang, pemerintah daerah setempat melalui dinas kesehatan perlu melakukan antisipasi dini untuk menjaga kesehatan warga agar tidak terjangkit DBD.


Ia menegaskan, jika dinas terkait akan melakukan pengasapan atau fogging, maka secepatnya perlu dilakukan. Ia menilai, pengasapan tidak perlu menunggu adanya korban yang meninggal akibat terjangkit DBD.

“Harus secepatnya, tidak boleh ditunda,” ujar Tretan Mamak pada maduraindepth.com, Selasa (18/1).

Baca juga: Awal 2022, Dinkes Sampang Catat 37 Kasus DBD

Di sisi lain, Tretan Mamak juga menyarankan agar dinas kesehatan mendatangi pondok-pondok pesantren yang ada di Sampang. Sebab di tempat tersebut banyak anak usia dini yang rentan terjangkit DBD.

Bila perlu, kata Tretan Mamak, dinas kesehatan menggandeng tim kesehatan pesantren melakukan fogging dan membagikan abate. “Jadi tidak hanya di pemukiman masyarakat, pesantren juga harus diperhatikan,” tandasnya.

Menurutnya, informasi yang ia terima menyebutkan, di awal tahun kasus DBD di Sampang sudah mencapai 37 kasus. Sebab itu, agar angka kasus tahun ini turun dibanding tahun 2021 yang menyentuh 208 kasus, maka diperlukan langkah preventif dari dinas kesehatan.

Baca juga:  Lakukan Sosialisasi AKB, Pihak Ponpes Berharap Memiliki Klinik Pesantren

“Problem ekonomi dan kesehatan yang disebabkan Covid-19 sudah berjalan dua tahun, sekarang muncul DBD dinas kesehatan harus lebih sigap mengurangi beban publik,” ujarnya. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here