Kepala Cabang Disdik Sumenep akan Panggil Kepsek SMAN 1 Batuan

maduraindepth.com – Dugaan praktik pungutan liar tahun ajaran baru 2019-2020 di SMAN 1 Batuan Sumenep, mendapat perhatian Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Kabupaten Sumenep, Sugiono Eksantoso.

Kepada awak media, Sugiono sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya akan memanggil kepala sekolah SMAN 1 Batuan untuk meminta penjelasan terkait dugaan pungli.

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan tindakan tegas apabila Pendidikan Gratis Berkualitas (Tistas) itu tercederai.

“Tidak boleh mengambil pungutan dalam bentuk apapun. Tidak wajib membayar baju dan membeli seragam, apalagi sampai ada iuran yang lain,” tegas dia, Kamis (4/7/2019).

Pungutan dalam bentuk apapun, lanjut Sugiono, tentu sudah dihapus dengan adanya peraturan Gubernur Provinsi.

“Saya tidak pernah menyuruh atau mewajibkan anak sekolah membeli baju di tempat sekolah,” katanya.

Pendidikan yang berkualitas, kata Sugiono, tidak harus mahal, sehingga disarankan sekolah sebisa mungkin bebas dari biaya apapun.

“Sampai saat saya masih belum dapat laporan resmi yang ada dugaan pungutan ini,” terangnya.

Dia menegaskan, dengan anggaran sekolah yang tersedia, murid tidak pantas dibebankan pada persoalan biaya, namun fokus untuk belajar.

Lebih lanjut, Sugiono mengatakan, rencana anggaran sekolah harus jelas, jangan sampai ada penagihan apapun kepada siswa. Pihaknya akan menindak tegas sekolah yang masih memungut biaya kepada siswa.

“Kalau ada yang dipungut biaya, bawa kesini anaknya, saya beri rekom. Penarikan berupa apapun itu tidak boleh dikeluarkan sekolah, saya akan beri sanksi itu,” pungkasnya. (MR)

Respon (1)

  1. Benar kok pak. Atribut sekolah 300k, masih ada uang tes peminatan 50k. Mohon ditelusuri lebih lanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *