Kecewa, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Penghubung Ganding-Lenteng

0
81
Kecewa, Warga Tanam Pohon Pisang
Pohon pisang yang ditanam warga di jalan penghubung antara Kecamatan Ganding - Kecamatan Lenteng Sumenep. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Warga Dusun Talangbung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, sepakat tanam pohon pisang di tengah jalan. Perbuatan warga itu didasari rasa jengkel karena pemerintah terkesan tidak perduli dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut.

Jalan Raya Ganding sendiri merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Ganding. “Sebenarnya itu kan jembatan, yang ambruk sudah lama. Karena takut terjadi kecelakaan, maka masyarakat mempuyai inisiatatif dengan menanam pohon pisang dengan harapan pemerintah, baik dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, bisa segera mencarikan solusi untuk meperbaikinya,” ungkap, salah satu pengguna jalan, Anton, kepada maduraindepth.com, Senin (4/11).

Lain halnya dengan, Rusydi, Ketua Laskar Pemuda Ganding, yang menyebutkan slogan Bupati dan Wakil bupati Sumenep, yakni Nata Kota Membagun Desa sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan. “Di umur 750 Kabupaten Sumenep harusnya tidak ada lagi jalan yang bolong, mengingat angka 750 tahun itu bukan hanya sekedar angka. Di bulan Oktober barusan ini untuk hari jadinya saja dimerihkan dengan spektakuler,” tegasnya.

Disisi lain, Rusydi menjelaskan, jika Sumenep merupakan kabupaten yang subur, kaya akan minyak dan gas. Sayangnya, kata dia, kekayaan tersebut ternyata belum mampu membangun infrastruktur yang aman dan nyaman untuk masyarakatnya.

“Harapan besar kami, jika ada pembangunan insfrastruktur jalan, tolong benar-benar diawasi. Sehingga, tidak buang-buang anggaran, karena seingat saya, jembatan yang ambruk itu baru empat bulan yang lalu diperbaiki, namun saat ini sudah hancur lagi,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga, Eri Susanto mengatakan jalan yang ditanami pohon oleh warga itu, sekarang sudah ditangani oleh tim survei.

“Itu sudah disurvei, itu sudah disiapkan oleh teman-teman besinya, nanti tinggal dipasang dan diperbaiki,” kata Eri Susanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin (4/11).

Menurutnya, upaya pembentulan proyek tersebut tidak hanya empat bulan saja, namun sudah lama dikerjakan. “Itu proyeknya bukan empat bulan prosesnya. Itu proyek lama sudah,” tandasnya.

Ditanya soal tahapan proyek tersebut, Eri Susanto tidak menjelaskan secara rinci. Sebab, terburu-buru memutus sambungan seluler dan mengatakan sedang berada di perjalanan.

“Mohon maaf, saya dalam perjalanan ke Surabaya,” pungkasnya. (MR/AJ)