Kakek 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Sumur Desa Nyabakan Barat

penemuan mayat di nyabakan barat batang-batang sumenep
Petugas berada di lokasi penemuan mayat di salah satu sumur di Desa Nyabakan, Barat, Kecamatan Batang-batang, Sumenep. (Foto: Polres Sumenep for MID)

maduraindepth.com – Mayat seorang kakek berusia 70 tahun ditemukan tak bernyawa dalam sumur di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Kamis (25/5). Mayat bernama Abdurrahman, warga Dusun Somor Bato, Desa Nyabakan Barat, itu ditemukan sekitar pukul 04.00.

Kejadian bermula sewaktu korban tidur di langgar rumahnya. Kemudian anaknya yang bernama Mutayam, 49, membangunkan korban, karena sarung yang dikenakan basah terkena air kencing. Setelah itu, Mutayam memberikan sarung pengganti kepada Abdurrahman.

Sekitar pukul 02.00, Ruidah, 67, istri korban mengatakan kepada Mutayam jika suaminya tidak ada di langgar. Mendengar itu, Mutayam mencari ayahnya di sekitar rumah dan kediaman sepupunya yang bernama Hasin, 55. Namun korban tidak ditemukan.

Mutayam bersama Ruidah lanjut mencari Abdurrahman ke sumur dekat rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter. Setelah sampai di pinggir sumur tersebut, Mutayam melihat tongkat, gayung, dan sarung milik korban. Dikarenakan khawatir, Mutayam langsung menuju ke rumah Hasin untuk memberitahukan kondisi tersebut.

Hasin bersama warga setempat kemudian datang ke lokasi dan menemukan mayat korban di dalam sumur yang berada di Dusun Somor Bato, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep tersebut. Usai ditemukan, korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumah duka.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai takdir dan tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi. Termasuk menyatakan tidak akan melakukan penuntutan kepada pihak manapun yang mana pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga.

Baca juga:  Lima Hari Menghilang, Nelayan Gili Iyang Ditemukan Mengapung di Perairan Talango

“Korban sudah pikun (lupa ingatan karena faktor usia). Korban setiap hari memiliki kebiasaan mandi di sumur,” paparnya. (*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *