Istri Bupati dan Wabup Sampang Ikut Panen Melon di Sokobanah

Panen Raya Melon
Ketua TP PKK Hj. Miminn Hariyati Slamet Junaidi dan Wakilnya Fanny Abdullah Hidayat saat panen melon di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Dinas Pertanian Sampang kembali menggelar panen melon di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Panen raya ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September.

Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sampang, Hj. Mimin Haryati Slamet Junaidi didampingi Wakil Ketua I TP PKK Hj. Fanni Abdullah Hidayat dan Wakil Ketua III Hj. Enny Kusrini.


Hj. Mimin yang juga ketua Dekranasda itu mengapresiasi panen raya melon di Desa Bira Timur tersebut. Menurutnya, panen raya merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Sampang, khususnya petani muda di Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah telah melakukan kerja nyata dengan cara bergerak bersama.

“Di sini terdapat banyak varian melon, ada rock melon, eksen melon dan golden melon,” terang istri bupati Sampang itu seusai panen raya, Kamis (24/9).

Menurutnya, kelompok tani (Poktan) milenial dengan nama Poktan Gemah Rifah Ar-Rohmah itu sudah maju. Apalagi bisa memasarkan hasil pertaniannya hingga luar kota, seperti di Kota Malang, Surabaya dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur.

“Bahkan penjualannya sudah sampai ke Jakarta, melon yang dihasilkannya sudah mencapai kadar kemanisannya 14-17 great. Saya berharap ini dapat diikuti oleh petani-petani lainnya di Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Baca juga:  Pro-Kontra Gerakan People Power di Kalangan Tokoh Madura

Dia berharap setiap kecamatan di Sampang memiliki desa buah. Sehingga hasil pertanian di desa tersebut bisa diandalkan. “Petani tidak harus bertani tembakau saja,” katanya.

Disinggung soal gedung dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Sampang, Hj. Mimin mengaku sampai saat ini masih belum bisa meresmikan. Namun demikian, sebelum gedungnya dibangun pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan ketua Dekranasda provinisi untuk menghadiri persmiannya.

“Saat ini belum bisa bisa meresmikan karena kendala kondisi COVID-19 dan juga menyangkut anggarannya,” tutur dia.

Bahkan pihaknya sudah merencanakan dan mempersiapkan soal peresmian gedung itu. Tapi terhalang oleh pandemi COVID-19.

“Nantinya kalau sudah diresmikan akan menjadi center produk-produk khas Sampang dan nantinya ada ciri khas dari 14 kecamatan. Baik di bidang kerajinan batik maupun produk olahan,” tuturnya.

Sebelum diresmikan, dia mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan dan keamanan gedung tersebut. Dia meminta kepada muda-mudi di Sampang untuk tidak melakukan hal-hal negatif di gedung yang belum ditempati tersebut.

“Saya mengarahkan DLH untuk kebersihannya dan Satpol PP untuk keamanannya, terutama di malam hari,” tutupnya. (RIF/MH)