Helmy Yahya Undang Bupati Pamekasan Menjadi Pembicara

29
Bupati Pamekasan
Bupati Pamekasan Baddrut Taman bersama Helmy Yahya saat kunjungannya di Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Selasa (6/4) malam.

maduraindepth.com – Mantan pembawa acara televisi nasional, Helmy Yahya menyampaikan ketertarikannya untuk mengundang Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Bupati milenial itu bakal diundang sebagai pembicara di akun Youtube Helmy Yahya.

Menurut pria berkacamata itu, Madura dan Pamekasan secara khusus memiliki potensi besar untuk maju dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Hanya saja, membutuhkan kerja keras menggali potensi tersebut.


Helmy mengaku tertarik membantu Pamekasan dalam mengembangkan potensi tersebut. Apalagi didukung oleh bupati yang muda, energik dan visioner menghadapi perubahan cepat seperti saat ini.

“Saya siap bantu, mungkin saya akan ke sini lagi. Kapan bupati ke Jakarta jadi tamu podcast saya? Tadi sebenarnya saya mau podcast di luar, tapi sayang sekali hujan. Mungkin ini isyarat agar bupati ketemu saya lagi,” kata Helmy saat berbincang-bincang dengan Baddrut Tamam di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Selasa (6/4) malam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, cara cepat dan inovatif dalam bekerja menjadi tuntutan perubahan agar perkembangan daerah tidak tertinggal. Sebab, di era 4.0 menuntut seseorang bekerja cepat. Apalagi pemimpin dituntut mampu mengatasi semua persoalan sosial masyarakat dan persoalan lainnya.

Dia menyampaikan terimakasih kepada Helmy Yahya yang bersedia mengundang dirinya sebagai pembicara atas inovasi yang dilakukan. Sebab, potensi yang ada harus dikelola dengan baik dan mampu mensejahterakan masyarakat.

Baca juga:  Tolak RUU HIP, FPI Datangi Kantor DPRD Sumenep

“Beliau mengundang saya dalam diskusi di channel youtubenya tentang beberapa inovasi yang telah kita lakukan,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut menyampaikan, beberapa program yang dilakukan selama ini mendapat legitimasi dari Pemerintah Pusat sebagai 10 besar daerah paling inovatif di Indonesia.

“Etos dan semangat Madura kita bawa untuk melakukan perubahan yang luar biasa. Kalau pun ada cara yang inovasi ini belum move on, itu wajar,” tutup mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode tersebut. (RUK/BAD)