maduraindepth.com – Momentum Hari Tani Nasional menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sampang untuk mendorong petani lebih sejahtera sekaligus mampu menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Nurdin, mengimbau petani tidak memaksakan kegiatan tanam ketika kondisi masih kemarau.
Menurutnya, memaksakan tanam dalam kondisi cuaca yang belum mendukung justru berpotensi meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung petani.
“Kalau dipaksa tanam, biayanya lebih tinggi. Ketika sudah mulai musim penghujan, segeralah untuk tanam,” ujar Nurdin saat ditemui, Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, petani perlu membaca kondisi cuaca sebelum menentukan waktu tanam. Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat dilakukan lebih efektif dan disesuaikan dengan ketersediaan air.
Selain persoalan pola tanam, Nurdin menyebut pemerintah terus melakukan pembenahan dalam sistem penyaluran pupuk. Salah satu perubahan terbaru adalah penebusan pupuk secara berkelompok dengan pembatasan jumlah petani dalam satu surat kuasa.
Mulai 1 September, satu penerima kuasa dibatasi menangani penebusan untuk maksimal 20 orang. Penggunaan KTP asli juga diberlakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dokumen.
Nurdin menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk agar lebih tertib dan tepat sasaran.
“Sekarang sudah menggunakan KTP asli,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Tani Nasional menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong petani lebih adaptif terhadap kondisi alam dan perubahan musim.(Poer/MID)













