Harga Anjlok, Produksi Garam Tahun 2021 di Sampang Turun

Petani sedang memanen garam di lahan miliknya. (Foto : Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Capaian produksi garam di Kabupaten Sampang selama tahun 2021 hanya menyentuh angka 87 ribu ton. Turun dibandingkan tahun 2019-2020 yang mencapai angka 235 ribu ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sampang, Wahyu Prihartono menjelaskan, turunnya hasil panen garam di Sampang disebabkan beberapa faktor, salah satunya harga garam yang anjlok selama 2021.


“Bukan faktor alam tapi karena harga garam yang anjlok. Sampai saat ini masih ada yang belum terjual lantaran 1 ton garam K1 dihargai cuma Rp. 600 ribu,” ujarnya, saat ditemui di kantornya, Jumat (31/12).

Wahyu menuturkan, pihaknya pernah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur supaya harga garam ditingkatkan, namun hasilnya nihil. Sebab, Pemprov tidak memiliki wewenang penuh dalam menentukan harga sendiri.

Menurut Wahyu, persoalan harga garam saat ini bisa diatasi, jika garam masuk dalam sembilan harga bahan pokok, seperti minyak goreng, telur, garam, sayuran dan lain-lain. “Sehingga harga garam tidak berubah-ubah dan stabil,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kondisi ekonomi di Jawa Timur hingga saat ini mengalami surplus garam. Ditambah adanya impor garam dari negara lain. Hal itu, lanjut Wahyu, menyebabkan harga garam menjadi anjlok.

“Kami yakin kalau garam masuk dalam sembilan bahan pokok kebutuhan, pasti harganya bisa stabil bahkan bisa naik,” tegasnya.

Baca juga:  Liga 3 Musim 2021, Lima Pemain Lokal Sumenep Perkuat Madura FC

Wahyu menambahkan, Madura dikenal sebagai pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Dari 4 kabupaten di Madura, Sampang memiliki lahan garam paling luas dibandingkan 3 Kabupaten lainnya.

“Kalau garam rakyat berjumlah 4200 hektar lahan, sedangkan 1200 hektar miliknya PT garam,” pungkasnya. (Alim/AW)