maduraindepth.com – Strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memacu denyut sektor pariwisata lewat serangkaian agenda Calendar of Event terbukti jitu. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat lebih dari 1,5 juta wisatawan telah menjejakkan kaki di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa deretan festival dan pagelaran budaya tersebut bukan sekadar ajang hiburan semata. Lebih dari itu, event-event ini dirancang sebagai mesin penggerak roda ekonomi warga.
“Ini adalah salah satu langkah strategis kita. Selain mendongkrak angka kunjungan wisata ke Sumenep, target utamanya adalah memberikan asas manfaat langsung pada perputaran ekonomi masyarakat lokal,” ungkap Faruk, Senin (14/9/2026).
Tingginya angka kunjungan ini, lanjut Faruk, menjadi bukti sahih bahwa perpaduan antara pesona destinasi alam dan kekayaan tradisi lokal memiliki daya pikat yang luar biasa. Kedepan, tren positif ini diyakini akan semakin memuncak, terutama dengan hadirnya gawe besar Madura Culture Festival (MCF) 2026.
Ajang bergengsi berskala nasional tersebut diproyeksikan mampu menyedot animo luar biasa, dengan estimasi sekitar 150 ribu pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah.
Kedatangan ratusan ribu orang ini tentu membuka keran rezeki yang masif. Faruk memaparkan, perputaran uang tidak hanya terjadi di pusat acara, melainkan merembet dan memicu multiplier effect (efek berganda) ke berbagai sektor penyangga.
“Dampaknya sangat luas. Para pelancong yang datang tidak sekadar menonton, mereka pasti berbelanja. Mulai dari pelaku UMKM, pedagang kuliner, sentra oleh-oleh, penyedia jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan penginapan, semuanya ikut meraup untung,” bebernya.
Untuk menjaga momentum ini, Disbudporapar berkomitmen untuk terus meracik Calendar of Event yang lebih berbobot, atraktif, dan memiliki daya tarik jangka panjang. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, seniman, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif menjadi kunci utama kesuksesan setiap perhelatan.
Melalui rentetan agenda pariwisata ini, Sumenep tidak sekadar menjual keindahan tempat wisata, tetapi juga menawarkan pengalaman otentik lewat kekayaan seni, budaya, dan tradisi masyarakatnya.
“Event adalah ujung tombak promosi pariwisata kita. Intinya, kita ingin pengunjung datang mendapat pengalaman yang berkesan, dan yang paling penting, masyarakat Sumenep bisa merasakan dampak ekonomi yang nyata dari kehadiran mereka,” pungkas Faruk. (*/MH)














