Didik Mental Siswa dengan Bermain, KKP Gelar Festival Permainan Tradisional

Permainan tradisional kpp sumenep
Peserta festival permainan tradisional bertanding gobak sodor di Lapangan Trunojoyo, PT Garam Kalianget, Sumenep, Minggu (19/5). (Foto: KPP for MID)

maduraindepth.com – Komunitas Kanca Pendidikan (KKP) Sumenep menggelar permainan tradisional gobak sodor dan engklek, Minggu (19/5). Kegiatan yang masuk dalam rentetan festival permainan tradisional 2024 itu, dilaksanakan di Lapangan Trunojoyo, PT Garam, Kalianget.

Ketua KKP Sumenep Herli Wahyudi mengungkapkan, peserta permainan tradisional tersebut sebanyak 32 regu. Anggotanya, adalah peserta didik tingkat sekolah dasar (SD) se Kecamatan Kalianget.

Babak penyisihan, berlangsung selama satu hari. Selanjutnya, Senin (20/5), akan diselenggarakan pertandingan 16 besar.

“Untuk babak 16 besar, akan mulai pukul 15.00,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad, salah satu guru SD di Kalianget menyampaikan, sangat bangga terhadap KPP. Karena, komunitas tersebut masih peduli untuk melestarikan sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.

“Gobak Sodor bukan hanya sekadar permainan fisik. Tetapi, juga membawa nilai-nilai yang sangat berharga,” ujarnya.

Menurutnya, gobak sodor menanamkan nilai kerja sama tim. Bahkan, juga mengasah kecerdasan untuk menyusun strategi. Dalam permainan tersebut, semua anggota tim harus kompak untuk mencapai tujuan bersama.

“Gobak Sodor mengajarkan keberanian dan ketangguhan,” katanya.

Selain itu, lanjut Ahmad, permainan gobak sodor juga melatih mental pemain. Supaya, bisa lebih tenang dalam menghadapi tantangan dan bersikap tegas untuk mengambil keputusan.

“Pemain dapat belajar untuk mengatasi kegagalan dan terus berusaha. Selain itu, juga harus menghargai peran setiap anggota tim dan saling membantu untuk mencapai tujuan,” tegasnya.

Baca juga:  Diduga Akibat Korsleting listrik, Kantin Pesantren Dilalap Api

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kalianget Suhartina mengatakan, festival permainan tradisional adalah kegiatan yang positif. Dia menilai, banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan serupa.

“Kegiatan seperti ini, sebagai media untuk memperkenalkan kembali kepada siswa, bahwa permainan tradisional itu sangat menyenangkan,” tandasnya. (bus/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *