Dana Hajatan Maulid Dialihkan, Warga Tanggumong Cor Jalan hingga 1,5 Kilometer

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tanggumong dikemas sederhana, sementara semangat berbagi diwujudkan melalui pembangunan jalan untuk kepentingan bersama. (Foto : Poer/MID)

maduraindepth.com – Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, tahun ini diwujudkan dalam bentuk berbeda. Warga memilih mengalihkan dana yang biasanya digunakan untuk hajatan Maulid menjadi swadaya pembangunan fasilitas umum berupa pengecoran jalan.

Gerakan tersebut telah menyentuh seluruh lima dusun di Desa Tanggumong. Terbaru, warga melaksanakan pengecoran jalan rabat beton di Dusun Tambangan yang menghubungkan akses menuju Dusun Gurdibih, Desa Paseyan, Selasa (15/9/2026).

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tanwirul Islam, KH. Ach Toyyibul Irsyad, S.Pd.I., atau akrab disapa Ra Mamak, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari kesepakatan warga dan tokoh masyarakat untuk memaknai kecintaan kepada Rasulullah melalui tindakan nyata.

“Cinta kepada Rasulullah jangan hanya diwujudkan melalui ucapan. Rasulullah sangat mencintai umat yang saling memberi, berbagi dan tolong-menolong. Karena itu, kami sepakat dana yang biasanya untuk hajatan Maulid dialihkan untuk sesuatu yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Ra Mamak.

Menurutnya, pembangunan jalan memiliki nilai sosial sekaligus keagamaan karena menjadi akses masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengaji, bersekolah hingga mencari nafkah.

“Memperbaiki jalan ini kami niatkan sebagai jihad fi sabilillah. Ketika jalan diperbaiki, masyarakat bisa lebih aman beraktivitas. Bahkan menyingkirkan sesuatu yang menjadi rintangan di jalan demi keselamatan orang lain merupakan amal yang memiliki nilai di sisi Allah SWT,” katanya.

Baca juga:  Armada Pemadam Kebakaran di Sampang Tetap Difungsikan Meski Sudah Usang

Gerakan itu bermula dari keprihatinan terhadap kondisi jalan yang selama bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan. Saat musim hujan, sejumlah bagian jalan menjadi licin dan rawan menyebabkan kecelakaan.

Warga kemudian melakukan pengurukan secara mandiri menggunakan sirtu. Dalam waktu sekitar satu bulan penggalangan dana, swadaya tersebut berkembang hingga mampu mengecor jalan sekitar 600 meter.

Ra Mamak berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada pembangunan tahun ini. Masih terdapat sekitar 700 meter akses jalan yang membutuhkan perbaikan.

“Ini menjadi stimulus awal untuk menghidupkan kembali gotong royong yang sempat pudar. Kami berharap kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti di lisan, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan dan melalui penerapan sunah-sunah beliau,” tuturnya.

Warga bergotong royong mengerjakan rabat beton sebagai wujud swadaya pembangunan jalan di Desa Tanggumong.(Foto:Poer/MID)

Pj. Kepala Desa Tanggumong, M. Quraisyi Asid, M.Kes., NS., mengatakan gerakan swadaya tersebut turut membantu pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.

Di Dusun Tambangan, ruas yang dikerjakan tahun ini mencapai sekitar 625 meter. Sekitar 125 meter berasal dari donatur tunggal, sedangkan sisanya merupakan swadaya masyarakat.

Secara keseluruhan, pembangunan jalan melalui swadaya dan gotong royong di Desa Tanggumong sepanjang 2026 mencapai sekitar 1.575 meter atau lebih dari 1,5 kilometer.

Menurut Quraisyi, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah momentum Maulid Nabi menjadi kegiatan yang manfaatnya tidak berhenti pada satu hari perayaan.

Baca juga:  Mengungkap Kehidupan Waria di Madura (Part 2)

“Semangat Maulid Nabi di Tanggumong kini diwujudkan dalam bentuk berbeda. Bukan hanya berkumpul dan berbagi dalam sehari, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *