Bupati Sampang Launching Qris dan Pekan Muharram 1442 Hijriyah

Qris Pekan Muharram Baznas
Bupati Slamet Junaidi saat memberi sambutan dalam launching Qris dan Pekan Muharram 1442 Hijriyah di Pendopo Trunojoyo, Kamis (24/9) kemarin. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Menuju Sampang hebat bermartabat berkat zakat, Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Sampang Launching Qris dan Pekan Muharram 1442 Hijriyah dengan tema gerakan Filantropi Digital dalam era 4.0 untuk kebangkitan ekonomi ummat.

Bertempat di Pendopo Trunojoyo Sampang, Kamis (24/8) kemarin, acara launching Qris dan Pekan Muharram 1442 Hijriyah tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sampang, Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur (Jatim) KH. Abdus Salam Nawawi, Kepala Kankemenag Sampang H. Pardi, Ketua MUI Sampang, KH. Bukhori Maksum, Rais Suriyah PCNU Sampang, KH. Syafiuddin Abdul Wahid, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Muhammad Itqon Bushiri, Ketua PD Muhammadiyah Sampang, Ustadz Ahmad Khairil Anam, pimpinan Baznas Kabupaten Sampang dan Pimpinan Bank Jatim Sampang, serta kepala OPD Sampang dan para pimpinan BUMN dan BUMD Kabupaten Sampang.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan dalam sambutannya, dengan launching Qris dan pekan Muharram 1442 Gerakan filantropi digital di dalam Era 4.0 merupakan titik kebangkitan ekonomi umat. Dengan launching ini kita telah menganal bagaimana membayar zakat infak di kabupaten Sampang.

“Hal ini adalah percontohan bagaimana kita dengan mudah membayar zakat infak, sehingga tidak perlu memanggil atau mendatangi penerima zakat, cukup dengan menempelkan barcode ke handphonenya,” katanya.

Baca juga:  Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini yang Disampaikan Bupati Slamet Junaidi

Dirinya mengucapan terima kasih kepada Baznas, yang juga merupakan mitra kerja pemerintah. “Kedepan kami berharap kita bisa terus bersinergi bekerja bersama untuk hadir kepada masyarakat yang sama-sama kita cintai,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Sampang KH. Faidol Mubarok menuturkan, Baznas merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan keputusan Presiden RI Nomer 8 tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional hingga kabupaten atau kota.

Lahirnya undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat semakin mengukuhkan peran Baznas sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional.

“Dalam UU tersebut, Baznas dinyatakan sebagai lembaga mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri agama, dengan demikian baznas bersama pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi, dan akuntabilitas. Qris merupakan QR Kode standart pembayaran nasional yang dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya,” terangnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga memiliki program yang bekerja sama dengan Baznas Jatim, tentang beasiswa satu sarjana satu keluarga sudah direalisasikan. Kemudian juga pihaknya juga memperhatikan ekonomi pemberian modal kepada keluarga yang berkaitan dengan rentenir yang sudah membantu sebanyak 120 keluarga dan saat ini sudah berkembang sebanyak 170 keluarga.