BUMDes Kurang Maksimal, Camat Camplong: Desa Bingung

BUMDes Camplong
Camat Camplong Saffak saat memaparkan kondisi desa di wilayah kerjanya kepada Bupati Sampang Slamet Junaidi dalam kegiatan Musrenbangcam RKPD Tahun 2022 di Kecamatan Camplong, Senin (15/2). (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Camat Kecamatan Camplong Saffak menuturkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya kurang maksimal. Ini dibuktikan dengan minimnya jumlah Pendapatan Asli Desa (PADes) di kecamatan setempat.

Hal itu diungkapkan Saffak dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Rencana Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Senin (15/2).


Saffak mengatakan, anggaran Dana Desa (DD) yang diterima pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Camplong mencapai Rp 2 miliar. Namun demikian, PADes yang dimiliki hanya Rp 200 ribu.

“Hal ini perlu kita rubah mindset kepala desa (Kades) dalam pengelolaan dana desa,” paparnya saat menyampaikan kondisi desa di Kecamatan Camplong kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi di depan para undangan Musrenbang RKPD Tahun 2022.

Sebab itu, guna meningkatkan PADes pihaknya berencana akan membangun destinasi wisata. Dimana pembangunan ini diyakini akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Di sisi lain, pihak desa juga harus mengelola BUMDes agar bisa berfungsi dengan baik. “BUMDes tujuannya untuk profit, harusnya bisa memberikan kontribusi lebih baik dan maksimal. Namun di Kecamatan Camplong hanya beberapa BUMDes saja yang sudah berjalan,” katanya saat dikonfirmasi di ruangannya usai acara.

Dari 14 desa di Kecamatan Camplong, Saffak mengaku masih tiga BUMDes dari tiga desa yang sudah berjalan pengelolaannya. Sementara desa lainnya masih dalam proses.

Baca juga:  Komisioner KPU Jatim Ajak Stakeholder Madura Sukseskan Pemilu 2019

“Terbentuk sih sudah, tapi belum maksimal, karena desa masih bingung untuk apa BUMDes itu,” terangnya.

Soal pembangunan destinasi wisata, Saffak mengaku berencana akan bekerjasama dengan perusahan yang ada di Kecamatan Camplong. Diantaranya, Pertamina, Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dan perusahaan-perusahaan lain.

“Kita sudah komunikasi dengan Pertamina, kami optimis program ini akan terlaksana, kalau tidak bisa tahun ini ya tahun selanjutnya. Tapi kami bersama Forkopimcam akan tetap prioritaskan pemberdayaan,” tandasnya. (RIF/MH)