maduraindepth.com – Upaya melestarikan warisan budaya dan tradisi leluhur terus digalakkan oleh masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Semangat pelestarian tersebut tergambar jelas dalam kemeriahan pesta rakyat bertajuk ‘Tatorbangan Ritual Culture’ yang digelar di balai desa setempat, Sabtu (12/9/2026) malam.
Memasuki edisi keempatnya, pergelaran budaya ini berlangsung semarak dengan melibatkan perwakilan dari enam dusun di Desa Torbang. Tak hanya partisipasi warga, antusiasme juga datang dari sejumlah sekolah dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah Kecamatan Batuan yang turut ambil bagian meramaikan acara.
Puncak kemeriahan acara ini ditandai dengan hadirnya Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu tampak istimewa karena ia hadir dengan mengenakan pakaian adat. Dalam lawatannya, Bupati Fauzi turut didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, serta Kepala Desa Torbang, Muzanni.
Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo,memberikan apresiasi tinggi atas soliditas dan kekompakan warga Desa Torbang. Ia menilai, masuknya Tatorbangan dalam kalender event tahunan kabupaten menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antar-elemen masyarakat.
“Malam ini sungguh luar biasa. Pemerintah daerah berterima kasih kepada kepala desa, camat, serta seluruh pihak yang menyukseskan acara ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus menyala hingga pergelaran Tatorbangan kelima di tahun depan,” tegas Fauzi di hadapan para warga.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menyoroti pentingnya penyediaan ruang berekspresi bagi masyarakat. Menurutnya, wadah seperti ini sangat krusial agar seni dan budaya lokal dapat terus ditampilkan sekaligus dikembangkan.
“Keterlibatan aktif masyarakat yang turun langsung ke lapangan merupakan fondasi utama sekaligus kekuatan kita dalam merawat kelestarian tradisi serta kesenian asli Madura,” tambah Faruk.
Sementara itu, Kepala Desa Torbang, Muzanni, menekankan esensi dari ritual budaya ini sebagai medium perekat tali silaturahmi. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa kerukunan dan kekompakan di tengah masyarakat pedesaan.
Menurut Muzanni, meski ada rangkaian perlombaan yang digelar untuk memeriahkan suasana, tujuan utamanya bukanlah semata-mata mencari kemenangan, melainkan merawat kebersamaan.
“Meskipun ada unsur perlombaan untuk mencari penampil terbaik, pada hakikatnya semua peserta sudah tampil maksimal dan guyub. Momen berkumpul di satu titik ini yang paling penting untuk membawa desa kita ke arah yang lebih baik,” ungkapnya. (Arif Coolbreak/MID)














