Bendera Sepanjang 500 Meter Dibentangkan dalam Parade Kebangsaan Merah Putih

0
523
Parade Kebangsaan Bendera Merah Putih 500 Meter
Kain merah putih sepanjang 500 meter dibentangkan dalam parade kebangsaan di Sampang, Jawa Timur. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Parade dan Kirab Kebangsaan Merah Putih yang digelar pada Sabtu (8/2/2020) kemarin dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan. Bendera sepanjang 500 meter dan lebar 12 meter dibentangkan saat parade berlangsung.

Sebelum melakukan parade dan kirab kebangsaan merah putih, rombongan Forkopimda dan TNI-Polri terlebih dahulu melakukan ziarah ke taman makam pahlawan (TMP) di jalan Kusuma Bangsa. Terlibat dalam ziarah tersebut Satpol PP, GP Ansor, Banser, Pramuka dan Mahasiswa.

Usai melakukan ziarah di TMP, bendera sepanjang 500 meter dan lebar 12 meter tersebut dibentangkan untuk dibawa ke finish parade yang dipusatkan di lapangan Wijaya Kusuma. Sontak, parade tersebut sedot perhatian warga yang hadir menyaksikan kirab tersebut.

Pantauan maduraindepth.com, dalam parade atau kirab tersebut juga dimeriahkan oleh drum band, hadrah Kodim 0828 dan kendaraan taktis milik TNI-Polri.

Parade tambah menarik tatkala Bupati dan Wakil Bupati Sampang, Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat menaiki kendaraan Anoa Produksi Pindad. Sesekali orang nomor satu di Kabupaten Sampang bersama wakilnya tersebut melambaikan tangan kepada masyarakat yang menyaksikan parade sepanjang jalan Kusuma Bangsa – lapangan Wijaya Kusuma.

Apel Parade Kebangsaan Merah Putih untuk Merekatkan Persatuan

Parade Kebangsaan Bendera Merah Putih 500 Meter
Ribuan umat Islam hadir dalam tabligh akbar kebangsaan di lapangan Wijaya Kusuma, Sampang. (Foto: MH/MI)

Bupati Slamet Junaidi saat memimpin apel mengatakan, parade dan apel kebangsaan tersebut merupakan kesiapsiagaan dalam menjaga dan melestarikan eksistensi Negara Kesatuan Negara Indonesia (NKRI) yang berideologi Pacasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

H. Idi, sapaan Bupati Sampang mengajak semua elemen menumbuhkan kesadaran komitmen dan aksi nyata kebangsaan. Menurutnya, sifat multikultural bangsa ini harus dijadikan sebagai kekuatan utama yang menggerakkan kemajuan bangsa dalam perspektif agama.

“Kita sebagai umat Islam yang merupakan komunitas agama mayoritas di negara ini sepenuhnya menyadari pentingnya kontribusi kita (sebagai) masyarakat Indonesia yang bermartabat,” ucapnya.

Melalui parade dan apel kebangsaan tersebut, H. Idi juga mengajak masyarakat merekatkan persatuan dan kestuan bangsa ini. Dengan cara mengusung isu-isu perdamaian, kerukunan antarumat beragama sebagai respon atas kondisi bangsa saat ini yang sedang menghadapi banyak persoalan.

“Mari kita menjadi bagian gerakan damai yang berorientasi pada spread modern Islam di Indonesia. Kita suarakan dan tebarkan perdamaian bersama, kita rawat bangsa demi anak cucu kita nanti,” ajaknya.

Untuk diketahui, dalam parade kebangsaan tersebut terdapat tiga kegiatan. Yakni apel ziarah di TMP Jl. Kusuma Bangsa, parade kebangsaan merah putih dan tabligh akbar kebangsaan.

Tabligh akbar yang dipusatkan di lapangan Wijaya Kusuma pada Sabtu (8/2) malam juga dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai kalangan. Diantaranya organisasi sosial keagamaan, santri, pelajar dan gerakan kepemudaan, Tagana dan Karang Taruna. (RIF/MH)