Bahasa Madura dalam Rapat Paripurna DPRD Sampang : Tellok Raperda Usulan Ampon Lastareh

DPRD Sampang Rapat Paripurna
Foto bersama bupati Slamet Junaidi didampingi wakilnya Abdullah Hidayat dengan ketua DPRD Fadol didampingi wakilnya seusai menandatangani pengesahan tiga Raperda, Rabu (23/12). (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Ada yang beda dalam Rapat Paripurna yang digelar DPRD Sampang kali ini. Karena selama sidang berlangsung, para pimpinan dan peserta sidang berkomunikasi menggunakan bahasa Madura.

Hal itu karena pelaksanaan rapat paripurna dengan agenda pengesahan tiga Raperda usulan serta pendapat akhir bupati, dilaksanakan dalam momen Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Sampang yang ke-397.


Dalam kesempatan itu, DPRD Sampang juga memperingati Harjad Sampang dengan memotong tumpeng di ruang Graha Paripurna, Jalan Wijaya Kusuma. Momen ini menambah suasana jalinan silaturahmi antara legislatif dan eksekutif di Kota Bahari semakin erat.

Bupati Slamet Junaidi dan Wakilnya Abdullah Hidayat beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sekretaris DPRD Sampang : 11 Anggota Dewan Tidak Hadir

Sekretaris DPRD Sampang Moh. Anwari Abdullah menyampaikan, rapat paripurna kesembilan DPRD Sampang tahun 2020 kali ini dengan acara Hari Jadi Kabupaten Sampang yang ke-397 dan pengesahan tiga Raperda usulan, serta pendapat akhir bupati terkait tiga Raperda usulan tersebut. Ini disampaikan saat membacakan daftar presensi atau kehadiran peserta rapat paripurna.

“Telah kami undang anggota DPRD Kabupaten Sampang sebanyak 45 orang. Adapun anggota DPRD yang hadir Rapat Paripurna hari ini adalah sebanyak 34 orang dan tidak hadir sebanyak 11 orang,” tuturnya. Dia mengatakan “secara peraturan perundang-undangan acara ini sah”.

Baca juga:  Diluruk Massa, Kacabdin Sumenep Salahkan Jurnalis

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol Abdul Rohim mengatakan, rapat paripurna yang digelar sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini merujuk pada tata tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Sampang Nomor : 14 Tahun 2019 Pasal 109 Ayat 1 (huruf B).

“Minangkah ngereng lalampa epon paratoran tata terteb DPRD Kabupaten Sampang Nomor : 14 Taon 2019 Pasal 109 Ayat 1 (Hurup B). Melaepon papanggiyen Paripurna e areh ka’dintoh ampon nyokobbih se e tantoaghih e dalam tata tertib,” katanya dalam bahasa Madura.

“Seka’dintoh pamaosan daftar rabu dalam papanggiyen Paripurna e areh ka’dintoh, korang lebbinah nyo’onah pangaporah ben akher pamator badan kauleh ngatoraginah mator sakalangkong,” tambahnya.

Poin Penting dan Tim Bapemperda Ampon Malastare Tellok Raperda

Juru bicara (jubir) Bapemperda DPRD Sampang Agus Khusnul Yaqin menyampaikan, terdapat beberapa poin penting dalam tiga Raperda usulan DPRD Sampang. Berikut diantara poin-poin tersebut :

1. Raperda tentang kearsipan Daerah
2. Raperda tentang Peternakan dan kesehatan
3. Raperda tentang Pemberdayaan Koperasi sareng usaha Mikro.

“Bisa kèngèng ghâmbhârân sè obyektf sareng komprehensif mongghu dâ’ sadhâjâ parmasalahan tarètan katua sareng hadirin sè bhâdhân kaulâ moljâ’aghi. Mènangka wujud implementasi lalampaan mongghu peraturan Mentri Dälem Negeri no. 120 taon EA8 masalah parobhâ’an paraturan mentri dälem negeri no. 80 taon 2015, èngghi ka’dinto masalah produk hukum dâèrah,” ucapnya.