Aksi 100 Lilin AJS, Usut Tuntas Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi

65

maduraindepth.com – Para jurnalis di Kota Bahari yang tergabung dalam organisasi profesi Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar aksi solidaritas dengan cara meyalakan 100 lilin di depan Mapolres Sampang, Senin (29/3) malam.

Aksi ini merupakan bentuk kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan okum aparat terhadap wartawan Tempo, Nurhadi pada Sabtu malam, 27 Maret 2021, di Surabaya.


Ketua AJS Abdul Wahed menyampaikan aksi menyalakan 100 lilin tersebut merupakan bentuk protes dan meminta keadilan kepada penegak hukum agar secepatnya kasus tindak kekerasan yang dialami wartawan Tempo Nurhadi diusut tuntas.

AJS mendesak pihak kepolisian agar menangkap pelaku tindak kekerasan tersebut. Sementara pelaku diduga berasal dari oknum aparat.

Abdul Wahed menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap Nurhadi merupakan tindakan melanggar hukum.

“Apa yang dilakukan para pelaku termasuk kegiatan yang menghalang-halangi kerja jurnalistik dan itu bertentangan dengan UU Nomor 40/1999 tentang Pers,” tegas Wahed, Senin (29/3) malam di depan Mapolres Sampang.

Menurut Wahed, seharusnya aparat mendukung, menjaga dan melindungi insan pers yang menjalankan aktivitas jurnalistik. Bukan malah melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Melalui aksi ini, dia meminta agar masyarakat dan aparat memberi perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Karena aktivitas jurnalistik sah dilakukan oleh insan pers serta dilindungi oleh Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Baca juga:  AJS Gelar Aksi Solidaritas, Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis di Situbondo

“Pers merupakan salah satu pilar demokrasi, maka semua elemen masyarakat dan pemerintah harus melindungi, bukan malah menyakiti apalagi sampai melakukan kekerasan,” ujanya.

Lanjut Wahed, tindakan kekerasan dan upaya menghalangi aktivitas jurnalistik merupakan perbuatan yang mencederai demokrasi di tanah air. Sebab pers merupakan salah satu pilar tegaknya demokrasi di Indonesia.

“Semoga kedepannya tidak terulang kembali kejadian yang merugikan ini,” pungkasnya.

Kronologi Tindak Kekerasan yang Dialami Wartawan Tempo Nurhadi
Kekerasan Jurnalis
AJS menyalakan 100 lilin di depan Mapolres Sampang pada Senin (29/3) malam sebagai bentuk protes tindakan kekerasan terhadap jurnalis dan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami Koresponden Tempo. (FOTO: Alimuddin/MI)

Pada Sabtu, 27 Maret 2021, wartawan Tempo Nurhadi melakukan reportase terkait Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji dalam kasus suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu, Nurhadi melakukan kerja jurnalistik. Dia tiba di Gedung Samudra Bumimoro, Jl. Moro Krembagan, Surabaya, Jawa Timur. Dia mendatangi gedung ini untuk melakukan investigasi terkait kasus dugaan suap yang dilakukan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji.

Di dalam gedung itu, acara resepsi pernikahan antara anak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji dan anak Kombes Pol Achmad Yani selaku mantan Karo Perencanaan Polda Jarim sedang berlangsung.

Hadi masuk ke dalam gedung tersebut untuk melakukan investigasi dan memotret Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang sedang berada di atas pelaminan bersama besannya.