banner 728x90

Pengangguran Turun Tipis, Disnaker Sampang Soroti Dominasi Sektor Pertanian dan Minimnya Anggaran Pelatihan

Kabid Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, saat memaparkan data penurunan TPT 2025 serta perkembangan program pelatihan kerja di kantornya, Senin (23/2/2026).(Foto:Poer/MID)

maduraindepth.com — Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang pada 2025 tercatat menurun tipis dibanding tahun sebelumnya. Dari 2,5 persen pada 2024, angka tersebut turun menjadi 2,44 persen atau berkurang 0,06 persen.

Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, menyatakan penurunan itu dipengaruhi kombinasi program pemerintah pusat dan intervensi daerah. Namun, struktur ketenagakerjaan Sampang masih didominasi sektor pertanian.

“Serapan tenaga kerja terbesar tetap di sektor pertanian, sekitar 292 ribu orang. Kemudian sektor jasa sekitar 188 ribu orang dan industri 72 ribu orang,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, total angkatan kerja di Kabupaten Sampang saat ini mencapai sekitar 603 ribu orang, yakni penduduk usia produktif yang bekerja maupun yang aktif mencari pekerjaan.

Ervien juga menyinggung dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penyerapan tenaga kerja. Meski tidak terlibat langsung dalam pelaksanaannya, ia menyebut satu dapur MBG rata-rata menyerap 40 hingga 50 pekerja, termasuk tenaga dapur dan manajemen. Target operasional diproyeksikan mencapai sekitar 110 dapur.

Di sektor peningkatan kompetensi, Disnaker Sampang pada 2026 hanya menerima alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp900 juta. Anggaran itu digunakan untuk 11 kegiatan pelatihan dengan total 176 peserta. Jumlah tersebut turun signifikan dibanding 2025 yang mencapai 24 kegiatan dengan sekitar 620 peserta.

Baca juga:  MBG di Sampang Dongkrak Ekonomi dan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

“Penurunan jumlah pelatihan sejalan dengan berkurangnya alokasi DBHCHT. Untuk APBD murni memang tidak tersedia anggaran pelatihan,” tegasnya.

Adapun pelatihan yang dibuka meliputi menjahit, servis motor, pengelasan, komputer, dan sejumlah kejuruan lain. Setiap pelatihan berlangsung selama 30 hari, pendaftaran dilakukan secara daring, dan tidak dipungut biaya.(Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *