banner 728x90

Reuni 30 Tahun Statistika ITS di Sumenep, Pasar Kebbun Jadi Daya Tarik Wisata Konvensi

Foto bersama beberapa peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS Angkatan 1995 di Pasar Kebun Saronggi Sumenep Madura. (Foto Arif Coolbreak/MID)

maduraindepth.com – Kabupaten Sumenep semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata konvensi yang berpadu dengan kekuatan budaya dan kuliner khas daerah. Hal ini tercermin dari pelaksanaan Reuni 30 Tahun Statistika ITS Angkatan 1995 yang digelar di salah satu hotel berbintang di Sumenep, sekaligus dirangkai dengan agenda wisata alam, budaya, dan kuliner.

Ketua panitia reuni, Suhari, menjelaskan bahwa pemilihan Sumenep sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Sumenep memiliki daya tarik geografis dan kultural yang unik dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

“Sumenep berada di ujung timur Pulau Madura, bahkan menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang pertama kali menyambut matahari terbit. Selain itu, budaya dan kulinernya masih sangat terjaga. Ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta reuni,” ungkap Suhari.

Ia menambahkan, kegiatan reuni tidak hanya berfokus pada agenda temu kangen, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan lokal Sumenep.

Sementara itu, Irwan Sujatmiko, selaku panitia lokal, menilai bahwa perkembangan Sumenep saat ini semakin menguatkan posisinya sebagai tujuan wisata konvensi. Ia menyebut, Sumenep tidak lagi hanya dikenal karena wisata alam dan budayanya, tetapi juga karena kesiapan fasilitas pendukung kegiatan pertemuan.

“Sumenep hari ini sudah cukup nyaman untuk kegiatan wisata konvensi. Fasilitas perhotelan, ruang pertemuan, akses transportasi, hingga destinasi pendukung terus berkembang dan siap menunjang berbagai kegiatan seminar, reuni, maupun pertemuan lainnya,” jelas Irwan.

Baca juga:  Peringatan HAB Kemenag Takkan Semeriah Tahun Lalu

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta reuni juga diajak mengunjungi Pasar Kebbun, destinasi wisata yang tengah viral karena memadukan nuansa pedesaan dengan konsep jajanan pasar. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner tradisional khas Sumenep yang disajikan dalam suasana sederhana namun autentik.

Perpaduan antara agenda pertemuan, wisata budaya, serta kekayaan kuliner lokal tersebut dinilai menjadi kekuatan utama Sumenep dalam mengembangkan konsep wisata konvensi berbasis kearifan lokal.

Kedepan, model ini diharapkan mampu menarik lebih banyak kegiatan berskala regional maupun nasional, sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *