banner 728x90

Peringati Hari Ibu, Srikandi IKAPMII Sumenep Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Beauty Class

Kader PMII & peserta Beauty Class melakukan foto bersama. (Foto: Arif Coolbreak/MID)

maaduraindepth.com – Memperingati Hari Ibu, Srikandi Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Sumenep menggelar beauty class sebagai upaya mendorong pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Minggu (21/12/2025).

Sebanyak 53 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas kader alumni Korps PMII Putri (KOPRI) serta peserta dari masyarakat umum.

Beauty class ini dirancang untuk membekali perempuan dengan keterampilan perawatan diri yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus membuka peluang di sektor industri kreatif.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hodaifah, mengatakan penguatan kapasitas perempuan tidak cukup hanya melalui pengembangan intelektual dan karakter, tetapi juga perlu disertai keterampilan praktis.

“Selama ini kader PMII putri banyak mengasah inner beauty melalui kajian dan gerakan intelektual. Melalui kegiatan ini, kami ingin kader juga memiliki kemampuan merawat diri dan keterampilan tata rias yang bisa dikembangkan menjadi profesi,” kata Hodaifah.

Ia menambahkan, sejumlah kader PMII putri telah menekuni usaha sebagai perias dan dekorator. Melalui beauty class ini, kapasitas dan jejaring mereka diharapkan semakin kuat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Fetty Makeup, kader KOPRI alumni Universitas Wiraraja Sumenep, sebagai narasumber. Ia membagikan pengalaman sekaligus teknik dasar tata rias kepada para peserta.

Beauty class ini merupakan hasil kolaborasi Pengurus Cabang IKAPMII Sumenep dengan Arrina Hidayah Skincare, Barenbliss Beauty Class, Diskominfo Sumenep, Bappeda Sumenep, Disbudporapar, serta RRI Sumenep.

Baca juga:  Hasil Rekapitulasi DPSHP Pilkada 2024 Desa Mandangin Berkurang

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri kreatif di daerah.

Sekretaris IKAPMII Sumenep, Mulyadi, menilai kolaborasi menjadi kunci gerakan sosial di era saat ini.

“Ini bukan lagi zamannya kompetisi, tetapi kolaborasi. Kader harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penampilan dan karakter.

“Penampilan memang memberi kesan pertama, tetapi karakter adalah kesan yang bertahan lama,” kata Mulyadi.

Melalui kegiatan ini, Srikandi IKAPMII Sumenep berharap dapat melahirkan gerakan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan pembangunan Kabupaten Sumenep. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *