Wabup KH Imam Hasyim Apresiasi Kemeriahan Hari Santri 2026: Pemkab dan NU Tak Bisa Dipisahkan

Wabup KH.Imam Hasyim, saat Sambutan di Malam puncak peringatan Hari Santri 2026 depan Labeng Misem Sumenep (Foto : arifcoolbreak/MID).

maduraindepth.com – Malam puncak peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memadati kawasan bersejarah Labang Mesem, Keraton Sumenep, pada Sabtu malam (24/10/2026).

Hadir mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Wabup KH.Imam Hasyim menyatakan bahwa Pemkab Sumenep menaruh kepercayaan penuh kepada PCNU dalam mengolah seluruh rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini. Langkah ini diambil sebagai wujud kebersamaan yang tak terpisahkan antara pihak eksekutif dan warga Nahdliyin.

“Pemerintah daerah memberikan kepercayaan penuh kepada NU untuk mengelola agenda Hari Santri ini. Sebab bagaimanapun juga, kami di jajaran pemerintahan tidak bisa dipisahkan dari Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” ungkap Wabup KH Imam Hasyim dalam sambutannya.

Soroti Geliat Ekonomi Warga dan Stan UMKM NU

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Imam Hasyim mengapresiasi teroboskan PCNU Sumenep yang mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi. Kehadiran sekitar 65 stan pameran dalam gelaran Bazar UMKM NU yang berlangsung sejak 22 Oktober dinilainya menjadi panggung efektif untuk menggerakkan roda perekonomian warga.

Menurutnya, partisipasi aktif dari perwakilan MWCNU, Banom, Muslimat, hingga Fatayat NU dalam pameran produk lokal tersebut membuktikan bahwa kemandirian ekonomi santri makin nyata.

Baca juga:  Datang ke Bangkalan, Mahfud MD Hadiri Dies Natalis ke 22 UTM

Di hadapan ribuan jemaah, Wabup juga menyampaikan agenda Pemkab Sumenep dalam waktu dekat. Ia mengumumkan rencana perhelatan Haul Raja-Raja Sumenep yang bakal digelar secara besar-besaran pada Jumat malam 30 Oktober  2026 di depan Masjid Agung Sumenep.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, haul kali ini dirancang mencakup skala yang lebih luas dengan mengundang jajaran kepala daerah serta alim ulama se-Madura. Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757.

“Jika sebelumnya acara haul ini terbilang terbatas, kali ini kita gaungkan secara luas untuk seluruh masyarakat Sumenep. Ini ikhtiar kita bersama dalam merawat tradisi luhur sekaligus menghormati jasa para pendiri Kota Keris,” paparnya.

Suasana malam puncak istighatsah dan resepsi Hari Santri 2026 berlangsung sangat semarak. Diperkirakan lebih dari 6.000 jemaah yang terdiri dari santri pesantren, pengurus MWC, hingga badan otonom NU memadati halaman Labang Mesem.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, mengaku terharu dengan tingginya antusiasme warga. Bahkan, 6.000 paket kudapan (snack) yang disiapkan panitia habis terserap dalam waktu singkat.

“Kekompakan dan partisipasi ribuan Nahdliyin malam ini menjadi bukti betapa rukun dan bersatunya masyarakat Sumenep,” kata Kiai Widadi.

Penutupan agenda yang berlangsung maraton sejak 1 Oktober ini makin berkesan dengan hadirnya tokoh-tokoh penting. Di antaranya Ning Inayah Wulandari Wahid yang menyampaikan tausiyah, Wasekjend PBNU KH Shalahuddin A. Warits (Kiai Ra Mamak), Bupati Sumenep periode 2010–2021 Dr. KH. A. Busyro Karim, Ketua PC Muslimat NU Nyai Hj. Dewi Khalifah, serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PCNU Sumenep.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *