maduraindepth.com — Peringatan 30 September menjadi momentum untuk kembali melihat salah satu episode penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sampang mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak berhenti sebagai hafalan sejarah, tetapi menjadi bahan refleksi bagi generasi muda.
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang A. Faisol Ansori, S.P., M.Si., mengatakan momentum 30 September mengajarkan bangsa Indonesia untuk mengenang peristiwa yang menyakitkan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap pentingnya Pancasila.
Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi pengingat untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk propaganda, ancaman dan perpecahan yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Raden Roro Dewi Trisna menilai peringatan 30 September merupakan bagian dari episode sejarah bangsa yang harus dipahami secara lebih mendalam oleh dunia pendidikan.
“Tidak hanya diperingati dan dirayakan, namun semua harus mengambil pelajaran atau hikmah di balik semua peristiwa yang terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelajar tidak cukup hanya menghafal kapan sebuah peristiwa sejarah terjadi. Lebih dari itu, nilai luhur di balik sejarah perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dewi menyebut sejumlah nilai yang penting terus dibangun, di antaranya persatuan, gotong royong dan nasionalisme.
“Nilai-nilai persatuan harus terus dibangun, gotong royong harus terus menjadi budaya di masyarakat Indonesia, dan rasa nasionalisme harus terus dipupuk oleh generasi muda,” katanya.
Dengan demikian, peringatan 30 September diharapkan menjadi ruang refleksi agar generasi muda memahami sejarah sekaligus mengambil pelajaran untuk menjaga persatuan bangsa.(Poer/MID)













