Tahun 2019, Realisasi PAD Parkir Berlangganan Hanya 77,8 Persen

0
91
Dua motor terlihat diparkir di kawasan parkir berlangganan. (Rif/MI)

maduraindepth.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sampang yang bersumber dari lahan parkir berlangganaan ditahun 2019 hanya mencapai 77,8 persen. Sebabnya, penarikan retribusi dari parkir berlangganan dimulai pada bulan Agustus 2019.

Chotibul Umam, Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang berjanji, ditahun 2020 PAD dari sektor tersebut akan lebih dimaksimalkan.

“Berdasarkan data, saat ini masih 77,8 persen, sementara yang non berlangganan masih 82 persen. Insya Allah di tahun 2020 bisa mencapai 100 persen,” terangnya, Jum’at (31/1/2020) saat ditemui di kantornya.

Dikatakannya, Sebanyak 80 orang tercatat sebagai Juru Parkir (Jukir) berlangganan. Setiap bertugas mereka diwajibkan menggunakan tanda pengenal. Selain itu, para Jukir dihimbau agar dapat mentaati peraturan yang ada.

“Kami tegaskan, jika kami mendapati Jukir melakukan penarikan liar kepada masyarakat yang sudah memiliki stiker parkir berlangganan, akan ada sanksi pemecatan,” tegasnya.

Chotib menambahkan, 80 juru parkir berlangganan tersebut mendapat honor sebesar Rp. 700 ribu setiap bulannya. Pihaknya juga melakukan evaluasi secara rutin setiap bulan.

“Ada tim monitoring dari Dishub yang mengawasi kinerja Jukir berlangganan,” kata Chotib.

Saat ditanya soal pencapai PAD 2019 dari parkir khusus, seperti parkir pasar, RSUD, dan lahan parkit yang ada di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Chotib mengaku hal itu merupakan tanggung jawab OPD masing-masing, diluar tanggung jawab Dishub.

“Dishub hanya bertanggung jawab terhadap parkir berlangganan yang berada di tepi jalan. Kalau Sepeda motor Rp. 25 ribu per tahun, mobil Rp. 35 ribu per tahun. Secara otomatis akan dilakukan penarikan saat melakukan perpanjangan pajak,” pungkasnya.(RIF/AW)