Seluruh Bacakades Sumenep Laksanakan Tes Kepemimpinan

Bacakades Sumenep
Kadis DPMD Sumenep Moh. Ramli. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Tes Kepemimpinan bagi Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Kabupaten Sumenep, berlangsung di gedung Islamic Center, Jalan Raya Batuan, Kecamatan Batuan, sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Saat ini, jumlah Bacakades yang seharusnya mengikuti tes Kepemimpinan sebanyak 253 orang dari 35 Desa di 22 kecamatan. Mereka mengikuti tes tulis dan tes wawancara di gedung Islamic Center.


Sementara, pihak yang menyelenggarakan tes diserahkan kepada Universita Merdeka (Unmer) Malang.

“Tujuan dari tes kepemimpinan ini adalah sebagai pemerolehan urutan peringkat nilai. Jadi akan ada urutan peringkat nilai nomor satu sampai lima dan seterusnya. Sehingga sebagaimana ketentuan, peringkat satu sampai lima inilah yang wajib ditetapkan panitia sebagai Bacakades,” ungkap, Ramli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) pada awak media, Rabu (2/10).

Pihaknya menjelaskan, jika penetapan nilai akan terlihat besok, Kamis (3/10) yang akan diumumkan oleh pihak panitia. “Target kami sesudah ditetapkan, besok tanggal 3 Oktober 2019, sudah wajib ditetapkan oleh panitia. Sebab secara teknis sudah kita hitung, besok adalah ke dua puluh dari tahapan pencalonan ini,” terangnya.

Selain itu, jumlah peserta 253 orang dari 35 Desa itu, sedikitnya 22 orang yang tidak mengikuti tes kepemimpinan. “Kalau yang tidak hadir ada 22 orang. Seleksi tambahan ini tidak menggugurkan Calon, tidak menjadi ketentuan karena tidak memenuhi syarat. Ini hanya sebagai teknik seleksi tambahan untuk memperoleh urutan peringkat nilai satu sampai dengan lima dan seterusnya,” paparnya.

Baca juga:  PIAR Usir Sekretaris PUPR dari Ruang Audiensi, Ini Sebabnya

Ditanya soal peserta dalam mendapatkan nilai tertinggi, Ramli, mengatakan jika tidak ada target nilai, melainkan hanya sebagai skoring dalam proses mencalonkan diri sebagai Bacakades.

“Ujian ini tidak ada target nilai minimal, jawaban salah semua pun tetap nilainya nol. Memang ini bagian dari pilihan kami terhadap lembaga Unmer. Bahkan menjadi target kesepakatan kami. Kami harus ada kepastian bahwa lembaga Unmer bisa menjalankan tugasnya secara independen,” tuturnya.

Disisi lain, pelaksanaan tes kepemimpinan Bacakades ternyata tak dianggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun, biaya untuk ujian tambahan itu menggunakan dana cadangan di APBDes.

Informasinya, beban biaya yang dikeluarkan untuk tes kepemimpinan ini tergantung jumlah peserta. Masing-masing bacalon sebesar Rp 500 ribu. Jadi, jika peserta berjumlah 5 orang dari satu desa, maka dana yang harus dikeluarkan oleh desa sebesar Rp 2,5 juta. Sebab, setiap tahun desa selalu menganggarkan dana cadangan di APBDesnya.

Ramli mengatakan, tidak ada anggaran untuk biaya tes kepemimpinan di daerah. Jadi, menggunakan dana cadangan di desa.

“Desa punya cadangan pilkades. Dengan ketentuan per orang Rp 500 ribu. Jumlahnya tergantung banyaknya orang yang ikut tes,” katanya.

Sebab, lanjut Ramli, secara aturan diperbolehkan, karena Desa punya dana cadangan. Itu dianggarkan setiap tahun, hal itu langsung auto debit ke pihak penyelenggara, dalam hal ini Unmer.