Qurrotul Uyun dan Aliyuddin Lolos Sebagai Pemuda Pelopor Sampang 2021

146
Pemuda Pelopor Sampang 2021
Peserta Pemuda Pelopor Wisata Sampang 2021, saat acara launching dan talk show di Disporabudpar Sampang (FOTO: Humas Disporabudpar for MI)

maduraindepth.com – Qurrotul Uyun dan Aliyuddin lolos dalam ajang pemilihan pemuda pelopor tingkat Kabupaten Sampang tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar). Keduanya merupakan pemuda Desa Pulau Mandangin.

Qurrotul Uyun lolos dengan nominasi bidang sumber daya alam (SDA). Sedangkan Aliyuddin nominasi bidang inovasi digital.


“Alhamdulillah bisa lolos, pencapaian ini tidak luput dari dukungan banyak pihak, terutama keluarga dan masyarakat Mandangin,” ujar Qurrotul Uyun.

Menurutnya, capaian ini bisa menjadi motivasi awal untuk terus berkarya, mengabdi dalam merawat lingkungan dan wisata yang ada di Kota Bahri. Terkhusus Pulau Mandangin.

“Untuk pemuda Mandangin semoga selalu memberikan nilai-nilai positif bagi diri sendiri dan Kabupaten Sampang, sehingga terus melahirkan pemuda emas yang mampu membanggakan Kabupaten Sampang di kancah nasional,” tuturnya.

Kata Qurrotul Uyun, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan saat dirinya lolos sebagai pemuda pelopor Sampang tahun 2021. Kebanggaan itu bukan karena penghargaan yang diterima, melainkan karena dipercaya untuk menjawab semua permasalahan yang ada di desa dan kabupaten. Terutama yang berkaitan dengan SDA lingkungan dan pariwisata.

“Penghargaan hanyalah sebuah bonus. Namun saya bangga karena dipercaya untuk memenuhi segala permasalahan yang ada di desa dan Kabupaten Sampang sesuai di bidangnya,” ucap Uyun.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Dishub Sampang Imbau Nahkoda Kapal Patuhi Aturan Keselamatan

Hal senada juga dikatakan Aliyuddin. Dia terpilih sebagai pemuda pelopor Sampang 2021 dengan judul proposal coorporate identity dan batik digital sebagai pengenalan IKM batik tulis Mandangin.

“Dalam seleksi pemuda pelopor kabupaten Sampang khususnya dalam bidang inovasi teknologi. Saya coba membuat inovasi baru yaitu corporate identity berupa logo dan batik digital sebagai pengenalan IKM batik tulis Mandangin,” ungkapnya.

Lelaki yang sering disapa Yud itu menceritakan awal dirinya membuat inovasi berupa batik digital itu, berangkat dari keprihatinan IKM batik tulis Mandangin yang minim akan pengetahuan teknologi. Sehingga menurutnya industri tersebut hanya mengandalkan kekuatan manual, seperti papan nama yang dibuat dengan tangan.

“Padahal kalau kita lebih inovatif lagi, hal itu dapat dipermudah dengan diproses secara digital. Kemudian motif batik yang dibuat promosi hanya menggunakan foto, sebenarnya bisa dilakukan dengan membuat batik digital, sehingga dari segi mempromosikan sangat mudah, tinggal di mark-up saja,” jelas Yud.

Ia berharap untuk kedepannya banyak pemuda yang ikut bergabung dalam mengembangkan IKM batik tulis Mandangin dan merawat kelestarian kekayaan alamnya.

“Tiada lain untuk membuat Mandangin semakin maju, dan membawa Kabupaten Sampang bersaing di kancah nasional dalam bidang wisata,” pungkasnya. (Alim/MH)