Proses Home Learning Tidak Maksimal, Dani: HP dan Sinyal Tidak Ada

UN Dibatalkan
Kepala Disdik Sumenep, Carto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Pemberlakuan home learning atau belajat dirumah dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 tidak berjalan dengan maksimal. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Carto.

Diketahui, penerapan Home Learning tersebut didasarkan pada Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Disdik Sumenep. Isinya, menghimbau bagi para siswa untuk belajar secara online dari rumah masing-masing tertanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 29 Maret 2020, yang kemudian diperpanjang sampai tanggal 5 April 2020 mendatang.


Sementara itu, penerapan belajar dirumah secara online ternyata dinilai kurang maksimal, terlebih bagi siswa yang berada di daerah kepulauan. Sebab, khusus daerah kepulauan selain rata-rata siswa tidak mempunyai Handphone (HP) untuk belajar online, juga sulit dari jangkauan sinyal.

“Siswa tidak punya HP, dan sinyalpun juga tidak ada, jadi para siswa belajar sendiri-sendiri di rumahnya,” ungkap Dani (28), salah satu guru Sekolah Dasar (SD), yang berada di Kepulauan Raas.

Bahkan, dia mengatakan sejak diberlakukannya Home Learning untuk mecengah peredaran covid-19, siswa seperti merasakan libur seperti biasanya, yakni, tidak ada kegiatan KBM.

“Malah para siswa dikepulauan ini senang karena libur, karena rata-rata orang tua siswa itu banyak yang rantau dan siswa hanya tinggal sama neneknya,” paparnya.

Dalam hal ini, Disdik Sumenep, Carto, membenarkan jika Home Learning memang kurang maksimal dan juga masih mengalami kendala-kendala dalam penerapannya.

Baca juga:  Hendak Pesta Sabu, Pemuda 26 Tahun Ditangkap Polisi

“Untuk kendala pasti ada, terutama bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK), karena memang lebih efektif menggunakan sistem tatap muka,” kata Carto, pada maduraindepth.com.

Sedangkan, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Carto mengakui masih tersendat jangkauan sinyal yang terkadang kurang memadai untuk melaksanakan belajar online dari rumah masing masing siswa.

“Iya mungkin itu masalahya, untuk lain-lain ditingkat SD dan SMP tak ada masalah,” ujarnya. (MR/AJ)