Petakan Potensi ASN, Pemkab Pamekasan Lakukan Uji Kompetensi Para Abdi Negara

uji kompetensi asn pemkab pamekasan
Uji kompetensi para ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan. (Foto: Rafi/MID)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), melakukan uji penilaian analisis kesenjangan kualifikasi pendidikan dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (1/8). Hal itu bertujuan untuk memastikan sumber daya yang dimiliki bisa mendukung penuh berbagai upaya demi kemajuan Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, kabupaten yang maju tidak selalu dilihat dari kondisi Sumber Daya Alam (SDA). Melainkan juga, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus dengan kompetensi dan melakukan kolaborasi serta inovasi.

Kepala daerah yang akrab disapa Mas Tamam itu menegaskan, menjadi abdi negara atau ASN merupakan jabatan terhormat untuk menjalankan tugas terhadap bangsa. “Pelaksanaan asesment, kami berharap dapat menghasilkan ASN yang kompeten sesuai dengan kualifikasi dan jabatan masing-masing,” ujarnya.

Pada tes penilaian analisis kesenjangan ASN, Kepala BKPSDM Pamekasan, Saudi Rahman menjelaskan, pihaknya menerapkan tes berbasis Computer Assisted Competence Test (CACT) yang terintegrasi atau tersambung terhadap Pusat Pengembangan Kompetensi (Puspenkom) Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Tujuannya, uji penilaian analisis itu guna dapat memetakan kesenjangan kualifikasi dan kesenjangan kompetensi setiap ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan.

“Selain memetakan potensi, kami dapat melihat kesenjangan kualifikasi dan kompetensi ASN Pamekasan berdasarkan distribusi jabatan dan formasi,” ucapnya.

Menurut dia, kualifikasi dilakukan berdasarkan pendidikan formal, kompetensi berdasarkan penambahan pengetahuan teknis, fungsional dari pelatihan, pendidikan dan pelatihan (Diklat), dan Workshop yang diikuti para ASN. “Penilaian asesment ASN berbasis sistem akan mengolah dan mengumpulkan kualitas secara otomatis, serta menjadi tolak ukur sebagai rekomendasi jabatan. Setiap jenjang jabatan, dapat kami petakan dan diberikan pelatihan supaya semakin maksimal,” imbuhnya.

Baca juga:  Pemberantasan Rokok Ilegal di Pamekasan Libatkan Tokoh Agama

Pada pelaksanaan penilaian asesment, pihaknya melibatkan 612 ASN sebagai peserta untuk meningkatkan kualitas keilmuan, berkompetensi menjadi abdi negara yang positif, dan terus berkontribusi. Disebutkan, ASN yang menjadi peserta penilaian asesment melibatkan eselon III dan IV.

“Jabatan administrator sebanyak 151, jabatan eselon IV mencapai 201, fungsional muda 213, dan jabatan fungsional pertama 47 orang,” pungkasnya. (Rafi/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *