Peringati HBGRM dan HKG PKK, Bupati Sumenep Tekankan Keharmonisan Bermasyarakat

HBGRM dan HKG PKK bupati sumenep
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan dalam acara peringatan HBGRM dan HKG PKK di Desa Paberasan, Rabu (29/5). (Foto: Diskominfo Sumenep for MID)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar peringatan Hari Bhakti Gotong Royong Masyarakat (HBGRM) ke 21. Sekaligus, peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke 52, Rabu (29/5).

Kegiatan tersebut, berlangsung di Lapangan Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep. Acara ini, dihadiri oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo beserta jajaran Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) setempat dan sejumlah kepala dinas.

Bupati Fauzi mengungkapkan, dua peringatan tersebut memiliki kesinambungan yang erat. Yaitu antara HBGRM dan HKG PKK, sama-sama memiliki tujuan membangun keharmonisan dalam hubungan bermasyarakat.

“Dua hal ini menjadi satu kesatuan yang erat. Yakni dalam proses implementasi kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, ibu-ibu anggota Tim Penggerak (TP) PKK, memiliki tanggung jawab mendorong upaya pemberdayaan terhadap masyarakat. Berkaitan dengan itu, pemberdayaan yang dilakukan harus mengarah pada prinsip gotong royong.

“Seperti, pemberdayaan kepada ibu rumah tangga untuk membangun usaha. Itu menjadi bagian dari gotong royong seorang istri terhadap suami, dalam membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Upaya pemberdayaan masyarakat yang terus digencarkan TP PKK, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, tentu tidak mudah. Butuh usaha keras dan maksimal. Sedangkan pengabdian yang dilakukan, sama sekali tidak diganjar dengan upah atau gaji.

“Makanya, penggerak PKK ini adalah ibu-ibu yang memiliki hati yang ikhlas. Sebagai organisasi mitra pemerintah, PKK selalu bergerak bersama mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  Operasikan Sumber Rubaruh 3, Layanan Air PDAM Sampang Kembali Normal

Melalui peran strategis yang digencarkan PKK, maka kesadaran gotong royong dapat dibangun mulai dari bawah. Seperti lingkup paling kecil yaitu keluarga, hingga lingkup paling luas yakni hubungan bermasyarakat.

“Jika kesadaran gotong royong bisa terbangun dengan baik, tentu hubungan dalam keluarga bahkan sampai masyarakat luas, dapat dipastikan aman dan harmonis,” tegasnya.

Bupati Fauzi melanjutkan, peringatan bulan bakti gotomg royong masyarakat bukan sekadar menjadi acara seremonial. Tetapi, momentum tersebut adalah pengingat bagi semua masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Semuanya harus dapat menjalin kebersamaan dalam bermasyatakat. Untuk menciptakan kemakmuran, kondusifitas, keamanan dan keharmonisan,” pungkasnya. (bus/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *