Kerap Terjadi Laka Laut, Basarnas Buka Kantor di Sumenep

43
Unit SAR Sumenep
Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah meresmikan Kantor Unit SAR di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Selasa (9/3).

maduraindepth.com – Kecelakaan (laka) laut kerap terjadi di sejumlah titik perairan Kabupaten Sumenep. Awal tahun 2021, serangkaian laka laut yang terjadi memakan korban jiwa. Oleh karena itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) membentuk unit tim siaga yang berkantor di Kota Keris terhitung mulai Selasa (9/3).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi meresmikan langsung kantor Unit Siaga SAR Sumenep itu. Bertempat di Pos Siaga SAR Sumenep, Jalan Raya Pelabuhan, Desa Kalianget Timur, Kalianget, Sumenep, peresmian dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat terkait.


Dalam sambutannya, Fauzi menjelaskan, Kabupaten Sumenep sangat memerlukan Basarnas. Terutama jika terjadi laka laut di wilayah Sumenep. Menurut dia, Pemkab Sumenep membutuhkan kecepatan dalam penanganan korban laka laut maupun bencana alam lainnya.

“Kabupaten Sumenep sekitar 50.000 Km2 terdiri dari lautan. Sehingga (SAR) dibutuhkan manakala laka laut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sinergitas bersama sangat dibutuhkan dalam penanganan dan pertolongan kepada masyarakat yang tertimpa bencana. “Slogan kami Bismillah Melayani. Sehingga kami berharap dengan adanya Pos SAR Sumenep bisa memberikan kontribusi dari sektor pelayanan dalam kegiatan bantuan pertolongan terhadap korban bencana dan laka laut,” tutur Fauzi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Sumenep Hari Adi Purnomo memaparkan, Basarnas memiliki tugas mengevakuasi korban bencana dan lain-lain dengan dituntut kecepatan dan keamanan bagi penolong. Diterangkan, sering terjadi kedaruratan dalam penolongan korban dikarena jauh dari kantor SAR.

Baca juga:  Warga Sumenep Dihebohkan dengan Penemuan Mayat Bayi

“Keberadaan Basarnas di daerah sangat perlu dan dibutuhkan mengingat saat ini banyak yang mengajukan. Namun kami menjatuhkan pilihan ke Kabupaten Sumenep,” ucapnya.

Hari menyebut, penempatan kantor SAR di Sumenep karena ditinjau dari geografis dan tingkat aktivitas masyarakat. Unit Siaga SAR ini, lanjut dia, sebagai embrio kantor SAR. Oleh karena itu, butuh dukungan dari pemerintah daerah.

Dijelaskan, unit siaga SAR baru menempatkan 8 personil dengan kelengkapan yang ada. Sedangkan untuk Kapal SAR, masih ditempatkan di Surabaya karena keterbatasan personil. Selain itu, Hari mengaku Basarnas masih memerlukan bantuan TNI-Polri dan isntansi terkait dalam penanganan operasi pencarian dan pertolongan.

“Semoga keberadaan Basarnas dapat di manfaatkan oleh masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (BAD)